by

BANDARA ABDULRACHMAN SALEH FASILITAS TERUS DITINGKATKAN

Kabandara Suharno

Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur, terus meningkatkan fasilitas yang ada demi melayani penumpang ke kawasan Malang Raya.
Kepala Bandara Abdulrachman Saleh Suharno mengemukakan beberapa fasilitas yang ditingkatkan antara lain masjid, taman, maupun pengembangan terminal agar lebih komprehensif.
Menurut Kabandara, sebelum ada masjid masih berupa mushola. Sekarang ini mushola yang lama tidak digunakan. Semua ke masjid. Keberadaan masjid ini sangat membantu sisi pelayanan. Bahkan setiap Jumat ada kajian. Untuk ibadah Jumat selalu disediakan kue dan makanan. Bandara sudah mirip pesantren.
“Sejumlah fasilitas lain ada peremajaan. Ada conveyor baru dari Pemprov,” kata Suharno kepada Tim Majalah Bandara ketika berkunjung ke Malang pertengahan Juli lalu.
Kabandara menambahkan untuk pelayanan di kedatangan, terdapat dua confeyor. Dulu model L jadi begitu orang datang terjadi penumpukan Sekarang setelah ada pergantian confeyor, tidak lagi terjadi penumpukan. Ruang tunggunya sudah tersebar agar tidak terjadi penumpukan. “Harapan kami dengan adanya pengembangan terminal ini pelayanannya lebih baik. “Kami tidak hanya melayani penumpang tapi juga melayani pengguna,” kata Kabandara Suharno.
Menurut Kabandara, Pemprov ikut memberikan anggaran karena bandara ini memang dikelola oleh pemerintah daerah dan sejauh ini eksis. Bahkan paling eksis dan berkembang karena ditunjang oleh Malangraya yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu yang merupakan daerah wisata, ditambah lagi dengan BTS (Bromo, Tengger, Semeru). Kawasan Bromo selain ditempuh dari Pasuruan dan Probolinggo, juga bisa lewat Kabupaten Malang yaitu melalui jalur Poncokusumo.
Demi membuat nyaman penumpang, terutama wisatawan, masuk ke Malang Raya, maka fasilitas bandara terus ditingkatkan. (*)

 

BERHARAP ADA PENERBANGAN KE KALIMANTAN

Pengelola Bandara Abdulrachman Saleh berharap ada maskapai yang mau membuka rute Malang ke Kalimantan dan sebaliknya. Dua kota Kalimantan yakni Balikpapan dan Samarinda diharapkan bisa direct dengan Malang.
Kepala Bandara Abdulrachman Saleh Suharno mengemukakan penambahan rute memang tergantung pasarnya. Berdasarkan pasar tersebut maka disarankan dan diharapkan ada penerbangan ke Kalimantan yaitu Balikpapan atau Samarinda.
“Sudah ditawarkan ke maskapai. Kalau kami sih oke-oke saja. Tinggal menunggu maskapai yang mau buka rute tersebut,” kata Kabandara Suharno. Pasar memang terbuka karena Malang Raya juga dikenal sebagai kota pelajar. Banyak mahasiswa asal Balikpapan maupun Samarinda yang menuntut ilmu di kota dingin tersebut.
Sekarang ini, tambah Kabandara, rute yang dilayani Bandara Abdulrachman Saleh adalah Jakarta, Bandung dan Denpasar. Untuk Jakarta ada 12 kali penerbangan yaitu delapan kali ke Bandara Soekarno – Hatta dan empat ke Halim Perdanakusuma.
Rute Soekarno Hatta dilayani Garuda Indonesia (2 kali), Sriwijaya (3 kali), Lion Air (2 kali) dan Citilink (1 kali). Sedangkan yang ke Halim adalah Citilink (2 kali) dan Batik Air ( 2 kali ).
Terkait jumlah penumpang, Kabandara mengakui ada penurunan. Periode Januari hingga Juni tahun ini terjadi penurunan 20 persen. “Namun mulai Juli terlihat menggeliat. Diharapkan akan kembali ramai karena musim liburan,” kata Kabandara Suharno. Harapannya Bandara Abdulrachman Saleh bisa terus berkembang di tengah sejumlah tantangan yang ada. “Tantangan kami adalah dengan adanya akses tol membuat moda darat kian mudah,” kata Kabandara.
Saat Majalah Bandara berkunjung ke Malang, akses Surabaya ke Malang sudah terhubung jalan tol hingga gerbang Karanglo. Ke depannya gerbang bisa mencapai kawasan Wendit dan hingga sekitar Buring. Bertambahnya gerbang tol yang beroperasi, kian mudah saja menembus kota Malang via jalan tol. (*)

Comment

BERITA TERKAIT