by

BANDARA DC SAUDALE – ROTE PERTAHANKAN PENERBANGAN DUA KALI SEHARI

Kabandara Semuel Charles B Malaikosa.

Cuaca buruk yang sering melanda perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat kapal-kapal sering oleng dihantam gelombang laut dan terpaan angin kencang. Dalam situasi ini, transportasi udara menjadi pilihan utama, terutama bagi Pulau Rote yang memiliki Bandar Udara (Bandara) David Constantijn (DC) Saudale.
“Dalam mengatasi cuaca buruk di mana kapal cepat pun sulit menembus gelombang laut, sebagai solusi kami mempertahankan penerbangan rute Kupang-Rote-Kupang dua kali sehari,” ungkap Kepala (Kabandara) DC Saudale, Semuel Charles B Malaikosa.
Penerbangan Kupang-Rote ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit, dengan jadwal pertama, terbang dari Bandara Internasional El Tari-Kupang pukul 06.00 Wita dan tiba di Bandara DC Saudale-Rote pukul 06.30, lalu kembali ke Kupang pukul 07.30. Sementara penerbangan kedua dari Kupang pukul 14.30 dan dari Rote kembali ke Kupang pukul 15.30.
Animo terhadap penerbangan tersebut cukup tinggi, yang dilayani maskapai Wings Air (Lion Group) dengan pesawat ATR 72-600. “Pada setiap penerbangan, seat-nya sering kali full 100%,” kata Kabandara.
Sebanyak 50% dari penumpang tersebut rata-rata orang asing. “Mereka adalah para wisatawan,” imbuh Kabandara.
Pulau Rote di Kabupaten Kabupaten Rote Ndao memang banyak diburu wisatawan. Menurut Charles, daerah ini memiliki lokasi selancar (surfing) yang bagus, yaitu di Pantai Nembrala. Pulau Rote juga dikenal dengan kerajinan tenun ikat dan tari-tarian daerah yang etnisentrik.
Kabarnya maskapai Citilink juga berminat menerbangi rute Kupang-Rote-Kupang. Hal ini sesuai harapan adanya pebambahan frekuensi penerbangan rute tersebut. “Dilihat dari permintaan masyarakat, penerbangan perlu ditambah karena yang ada saat ini masih kurang,” tandas Kabandara.

Comment

BERITA TERKAIT