by

BANDARA UMBU MEHANG KUNDA GERBANG PARIWISATA SUMBA TIMUR

Penerbangan rute Pulau Sumba nyaris tak pernah sepi. Pergerakan penumpang tetap ramai melalui Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wisatawan lokal maupun mancanegara yang terpesona oleh keindahan Pulau Sumba.
“Kami optimis bisa mencapai target yang diberikan oleh Direktorat Angkutan Udara meskipun harga tiket terbilang tinggi. Karena, bandara ini tidak hanya digunakan oleh pelaku bisnis dan masyarakat, tetapi juga sebagai gerbang udara pariwisata Sumba Timur,” kata Kepala Bandara Umbu Mehang Kunda, Hariyanto.
Keindahan alam yang eksotis di Pulau Sumba tidak perlu diragukan lagi. Berbagai destinasi wisata di daerah ini, khususnya di Sumba Timur, telah mendunia, di antaranya Bukit Warinding, Bukit Persaudaraan, Pantai Walakiri, pantai dan padang savana Puru Kambera, dan Pantai Tarimbang.
Dengan hadirnya Bandara Umbu Mehang Kunda diharapkan dapat membantu pariwisata Sumba Timur semakin menggeliat. Sebab, jika sektor pariwisata terus mengalami peningkatan, otomatis akan berdampak terhadap perekonomian daerah.
“Adanya bandara ini maka transportasi udara pun bisa beroperasi di daerah ini. Dengan demikian maka akses wisatawan dari dan ke Sumba pun semakin mudah karena sudah terhubung. Salah satunya adalah wisatawan dari Denpasar yang ingin berwisata ke Sumba kini bisa menggunakan pesawat. Rute Denpasar – Waingapu adalah rute yang paling ramai dan diminati oleh penumpang,” ungkap Kabandara.

 

Kabandara Umbu Mehang Kunda Hariyanto

TERUS BERBENAH
Sebagai gerbang udara pariwisata Sumba Timur, pengelola Bandara Waingapu juga terus melakukan pembenahan serta peningkatan pelayanan agar dapat didarati oleh pesawat berbadan besar. Saat ini jenis pesawat yang terbang ke bandara itu dibatasi, yakni yang paling besar adalah Boeing 737-500 yang dioperasikan oleh maskapai Nam Air.
Runway yang bandara tersebut berdimensi 2.000 meter x 30 meter dan tidak dapat dikembangkan karena terdapat dua obstacle berupa bukit di masing-masing ujung landasan. Sementara runway yang bisa digunakan hanya sepanjang 1.950 meter x 30 meter.
“Untuk pengembangan bandara, kami berharap pemda memberikan lahan untuk pemenuhan runway strip. Karena, yang ada saat ini sudah tidak dapat dikembangkan lagi. Kalau pun bisa, harus memangkas kedua bukit yang terdapat di masing-masing ujung runway,” kata Kabandara Hariyanto.

Comment

BERITA TERKAIT