by

BANDARA FRANSISKUS XAVERIUS SEDA GERBANG PARIWISATA KABUPATEN SIKKA

Kabandara Poltak Gordon

Pulau Flores selalu memiliki cerita tersendiri tentang keindahan alamnya, keunikan budaya dan keragaman suku dari setiap daerah di pulau itu.
Flores juga acap dibicarakan karena event sport tourism-nya yang mendunia, yakni Tour de Flores. Bukan itu saja, Flores juga terkenal karena beragam ciri yang mendunia di antaranya adalah kain tenun ikat Sikka yang telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.
Tingginya potensi yang dimiliki oleh Flores, terutama Kabupaten Sikka, tentu dibutuhkan penunjang transportasi yang memadai untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke daerah tersebut, salah satunya adalah melalui transportasi udara. Di sinilah Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere mempunyai peran strategis. Bandara ini memberikan dampak positif bagi pariwisata Sikka, karena menjadi gerbang udara utama untuk masuk ke daerah tersebut. Dengan demikian bandara membantu perekonomian daerah, khususnya melalui sektor pariwisata yang semakin menggeliat. Kehadiran bandara tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang pesawat, tetapi juga menjadi tempat promosi pariwisata daerah tersebut.
“Bandara Fransiskus Xaverius Seda merupakan gerbang udara utama Sikka, di mana wisatawan yang datang dan pergi menggunakan transportasi udara melalui bandara ini. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa bandara dengan membantu mengakomodir apa yang mereka butuhkan di bandara ini, seperti salah satunya adalah informasi pariwisata Sikka,” kata Poltak Gordon selaku Kepala Bandara Fransiskus Xaverius Seda.
Menurut Kabandara, saat mereka tiba di bandara ini, wisatawan tahu destinasi wisata yang menarik serta akomodasi lainnya, seperti penginapan yang terdapat di kota ini. Semua itu diperoleh melalui promosi yang terdapat di terminal kedatangan.
Berdasarkan catatan, kunjungan wisatawan ke Sikka pada tahun 2018 meningkat sebanyak 50.212 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Di antaranya adalah wisatawan mancanegara sebanyak 11.568 orang dan wisatawan domestik 38.644 orang. Sedangkan tahun 2017, wisatawan yang datang ke Sikka sebanyak 47.228 orang, di antaranya wisatawan mancanegara sebanyak 10.454 orang dan wisatawan domestik 36.774 orang.
Kabupaten Sikka juga memiliki potensi wisata yang luar biasa dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, seperti Pantai Koka, Tanjung Kajuwulu, Kampung Nelayan Wuring, Bukit Nilo, Mangrove Magepanda, Pantai Waiara, dan air asin Semparong di Pulau Sukun serta Batik Wai.
Selain berkunjung ke obyek wisata, mereka juga tertarik untuk membeli kain tenun ikat Sikka. Kain ini merupakan produk tradisional dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang beribukota di Maumere.
Di Maumere inilah terdapat Bandara Fransiskus Xaverius Seda yang merupakan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Bandara yang memiliki runway sepanjang 2.250 meter x 45 meter itu juga dikenal dengan nama Bandara Waioti. Penerbangan di bandara ini dilayani oleh tiga maskapai nasional, yakni Nam Air rute Denpasar – Maumere – Kupang PP menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500, Wings Air menggunakan pesawat jenis ATR-72 rute Kupang – Maumere – Denpasar PP dan Transnusa menggunakan jenis pesawat uang yang sama menerbangi rute Makassar – Maumere – Kupang PP.

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT