by

PEMBANGUNAN BANDARA BARU WASIOR MEMASUKI TAHAP PENGAJUAN KEPUTUSAN MENTERI

Rencana pembangunan bandara baru Wasior terus digenjot. Rencana pembangunan tersebut saat ini sudah memasuki tahap pengajuan Keputusan Menteri (KM) dan telah melalui tahap presentasi akhir. Secara desain, pembangunan bandara baru Wasior tersebut membutuhkan lahan sekitar 163 hektar, sedangkan Pemda Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, sudah menyediakan lahan seluas 280 hektar. Sehingga masih bisa digunakan untuk pengembangan bandara di masa mendatang
Selain menyiapkan lahan, Pemda Teluk Wondama juga sudah menyiapkan nama bandara baru tersebut, yakni Bandara Dominee I.S Kijne yang saat ini sedang dalam proses pengajuan di Kementerian Perhubungan.

Kepala Bandara Wasior Muhamad Sarif Hidayat mengemukakan, terminal penumpang bandara baru tersebut akan dibangun menjadi dua tahap. Tahap pertama akan dibangun seluas 1.350 meter persegi, sedangkan tahap kedua, yakni tahap ultimatenya seluas 7.700 meter persegi. “Tahap pertama ini dibangun untuk kapasitas penumpang pesawat jenis ATR-72. Untuk pengembangan selanjutnya, yakni pembangunan ultimate, dilihat terlebih dahulu perkembangannya. Jika perkembangan dan demand-nya meningkat, maka pengembangan bandara baru ini akan ditingkatkan,” katanya. Rencananya pembangunan bandara baru Wasior akan dimulai tahun 2020 – 2024. Saat ini pengelola bandara Wasior sedang berupaya pembangunan bandara baru tersebut masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Runway bandara baru Wasior rencananya juga akan dibangun menjadi dua tahap, yakni tahap pertama sepanjang 1.350 meter x 30 meter dan tahap kedua sepanjang 1.500 meter x 30 meter sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72. Lokasi bandara baru ini berjarak 10 Km dari pusat kota.
Dengan dibangunnya bandara baru Wasior tersebut, Sarif berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Teluk Wondama serta mendorong pariwisata daerah itu agar dapat lebih maju lagi. Karena dengan hadirnya bandara tidak hanya memudahkan akses keluar masuk Teluk Wondama saja. Tetapi juga membantu pariwisata daerah tersebut semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan melalui jalur udara. “Potensi pariwisata di daerah ini cukup tinggi, hanya saja belum dikembangkan. Dengan adanya bandara, maka akses pariwisata pun semakin terbuka,” ungkapnya. B Rencana pembangunan bandara baru Wasior terus digenjot. Rencana pembangunan tersebut saat ini sudah memasuki tahap pengajuan Keputusan Menteri (KM) dan telah melalui tahap presentasi akhir.

Verifikasi Lokasi Bandara Baru oleh Kemenhub didampingi Kadishub

Secara desain, pembangunan bandara baru Wasior tersebut membutuhkan lahan sekitar 163 hektar, sedangkan Pemda Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, sudah menyediakan lahan seluas 280 hektar. Sehingga masih bisa digunakan untuk pengembangan bandara di masa mendatang
Selain menyiapkan lahan, Pemda Teluk Wondama juga sudah menyiapkan nama bandara baru tersebut, yakni Bandara Dominee I.S Kijne yang saat ini sedang dalam proses pengajuan di Kementerian Perhubungan. Kepala Bandara Wasior Muhamad Sarif Hidayat mengemukakan, terminal penumpang bandara baru tersebut akan dibangun menjadi dua tahap. Tahap pertama akan dibangun seluas 1.350 meter persegi, sedangkan tahap kedua, yakni tahap ultimatenya seluas 7.700 meter persegi. “Tahap pertama ini dibangun untuk kapasitas penumpang pesawat jenis ATR-72. Untuk pengembangan selanjutnya, yakni pembangunan ultimate, dilihat terlebih dahulu perkembangannya. Jika perkembangan dan demand-nya meningkat, maka pengembangan bandara baru ini akan ditingkatkan,” katanya.

Rencananya pembangunan bandara baru Wasior akan dimulai tahun 2020 – 2024. Saat ini pengelola bandara Wasior sedang berupaya pembangunan bandara baru tersebut masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Runway bandara baru Wasior rencananya juga akan dibangun menjadi dua tahap, yakni tahap pertama sepanjang 1.350 meter x 30 meter dan tahap kedua sepanjang 1.500 meter x 30 meter sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72. Lokasi bandara baru ini berjarak 10 Km dari pusat kota.
Dengan dibangunnya bandara baru Wasior tersebut, Sarif berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Teluk Wondama serta mendorong pariwisata daerah itu agar dapat lebih maju lagi. Karena dengan hadirnya bandara tidak hanya memudahkan akses keluar masuk Teluk Wondama saja. Tetapi juga membantu pariwisata daerah tersebut semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan melalui jalur udara. “Potensi pariwisata di daerah ini cukup tinggi, hanya saja belum dikembangkan. Dengan adanya bandara, maka akses pariwisata pun semakin terbuka,” ungkapnya.

Comment

BERITA TERKAIT