by

PADAT KARYA WARGA AMANKAN BANDARA Masalah 10 Tahun Tuntas dalam Tiga Hari

Masalah yang mengganggu keamanan penerbangan selama 10 tahun, akhirnya tuntas dalam tiga hari. Kawasan ujung landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kondisi pagar pada dua sisinya kembali berdiri. Kini, tidak ada lagi orang dan berbagai kendaraan warga bebas lalu-lalang dalam kawasan runway.
Ilalang dan pepohonan setinggi 1-2 meter di ujung landasan, juga ikut bersih dan tidak mengkhawatirkan pesawat yang melakukan landing atau take-off. “Sepuluh tahun tidak bisa diusik, karena jika pagar didirikan lagi, warga bisa protes dan demo. Kini, tidak lagi, sudah aman,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Alek Rudi Nainggolan.
Cara Alek memulihkan kondisi ujung landasan pacu adalah dengan merangkul warga sekitar, yaitu Desa Bubung. Melalui kepala desanya, ia berhasil mengajak sekitar 300 warga untuk terlibat dalam proyek padat karya yang digelar pada 18-20 April 2019.
“Kami melakukan pembersihan lahan seluas dua hektare. Tidak saja dibersihkan dari ilalang dan pepohonan, tapi juga menutup akses jalan ke dalam landasan. Kami mendirikan kembali pagar yang sudah 10 tahun dibiarkan roboh dan menjadi pintu masuk warga untuk menjadikan ujung landasan sebagai jalan pintas lalu-lalang ke kebun,” kata Alek.
Sebagai gantinya, warga dibuatkan jalan sepanjang tiga kilometer di sisi luar ujung landasan. “Kami sampai menyewa dua alat berat, eskavator dan bulldozer, untuk pembuatan jalan itu selama lima hari,” ungkap Alek.
Tapi, ada sedikit masalah dari jalan pengganti tersebut. Pada beberapa titik, tanahnya labil atau lembek. Maka, untuk pengerasannya, pihak bandara meminta bantuan Pemkab Banggai, sehingga datanglah utusan bupati, yaitu Wakil Bupati Mustar Labolo.

“Pak Wakil Bupati yang melihat langsung program padat karya dan pembuatan jalan pengganti di ujung landasan, setuju untuk membantu pengerasan jalan pengganti bagi warga,” kata Alek.
Ia merasa lega, karena selama sepuluh tahun, bolongnya pagar ujung landasan itu selalu menjadi temuan tim rampcheck Kementerian Perhubungan karena bisa menimbulkan masalah fatal. “Dalam tiga hari program padat karya, kini masalah itu sudah terselesaikan tanpa gejolak warga,” kata Alek yang pada saat bersamaan menggelar kampanye akbar tentang keselamatan dan keamanan penerbangan.

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT