BANDARA KUALA PEMBUANG Terminal Baru Sambut Pembukaan Kembali Penerbangan Perintis

Bandara Kuala Pembuang

Seiring peresmian terminal baru, penerbangan perintis Susi Air dengan pesawat ringan kembali beroperasi di Bandara Kuala Pembuang, mulai Selasa (17/4/2019). Dengan hadirnya kembali transportasi udara di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, ini disambut gembira oleh pemerintah daerah (pemda), masyarakat, dan pebisnis khususnya sektor perkebunan kelapa sawit.
Rute perintis tersebut adalah yang banyak diminati, yakni Palangkaraya–Kuala Pembuang–Banjarmasin, dengan frekuensi seminggu dua kali. “Berdasarkan catatan 2018, antusiasme masyarakat terhadap rute ini terbilang cukup tinggi, yakni mencapai 75 persen,” ungkap Kepala Bandara (Kabandara) Kuala Pembuang, Muhammad Hariddin, kepada wartawan Majalah Bandara, yang berkunjung ke Kuala Pembuang.

Kabandara Hariddin bersama staf Bandara Kuala Pembuang

Tingginya permintaan untuk rute tersebut karena faktor kekerabatan dan pendidikan. Banyak pelajar asli Seruyan melanjutkan pendidikan di Banjarmasin, juga para pelaku bisnis yang datang melalui Ibukota Kalimantan Selatan itu.
Sedangkan ke Palangkaraya, Ibukota Kalimantan Tengah, lebih banyak perjalanan dinas pemda. “Palangkaraya merupakan pusat pemerintahan Kalimantan Tengah,” imbuh Kabandara.
Waktu tempuh rute udara Banjarmasin-Kuala Pembuang dan Palangkaraya-Kuala Pembuang hanya 45 menit. Ini jauh lebih hemat waktu dibanding menggunakan kendaraan darat yang sekitar 12 jam (Banjarmasin-Kuala Pembuang) dan delapan jam (Palangkaraya-Kuala Pembuang).
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Seruyan, Ilyas, mengatakan, Bandara Kuala Pembuang terus berkembang. “Kami berharap setelah runway diperpanjang, pesawat (berbadan sedang) ATR-72 bisa melayani penerbangan di daerah ini dan melayani rute hingga luar Kalimantan,” ujar mantan Kepala Urusan Tata Usaha di Bandara Gamar Malamo, Galela, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, itu.
Terminal Bandara Kuala Pembuang yang baru diresmikan sendiri sudah cukup luas, 600 meter persegi, sehingga bisa melayani penumpang yang diangkut pesawat sekelas ATR-72. Kendalanya adalah pada ukuran landasan pacu (runway) yang baru 1.200 meter x 30 meter, sedangkan ATR memerlukan panjang runway minimal 1.400 meter.
Kabandara Muhammad Hariddin sudah memiliki program kerja untuk terus mengembangkan fasilitas Bandara Kuala Pembuang hingga mampu didarati ATR-72, sehingga dapat melayani rute hingga luar Kalimantan, seperti Kuala Pembuang–Semarang, Jawa Tengah. Pemkab Seruyan mendukung penuh dengan menyediakan lahan 87 hektare dan dalam proses hibah ke Kementerian Perhubungan.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *