by

PEMIMPIN DAERAH HARUS KOMIT Jadikan Pariwisata sebagai Primadona

Reporter: Rizky Indriana

Menteri Pariwisata Arief Yahya

JAKARTA — Sektor pariwisata sudah ditetapkan sebagai sektor unggulan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menekankan pentingnya komitmen pemimpin atau CEO daerah menjadikan sektor pariwisata sebagai primadona.

“Selama ini pariwisata tidak pernah ditetapkan sebagai leading sector, baru sekali ini ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Manfaatnya, setelah ditetapkan, tidak ada yang tidak mendukung pengembangan sektor pariwisata, sehingga pertumbuhannya mengungguli negara tetangga,” kata Menpar Arief Yahya saat menjadi keynote speaker pada acara “Ngobrol @Tempo”, di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Menurut Menpar, penetapan pariwisata sebagai leading sector merupakan bentuk CEO Commitment yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian bangsa. Pembangunan dan target pariwisata pun masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lalu dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

“Setelah ditetapkan sebagai leading sector, makin mudah mengembangkan pariwisata karena tidak ada pihak yang tidak akan mendukung. Apa yang dibutuhkan langsung dipenuhi, maka sektor pariwisata kita bisa tumbuh di level double digit,” kata Menpar.

Ia menjelaskan, dalam komitmennya untuk memajukan pariwisata, seorang pemimpin di tingkat apapun atau CEO memiliki sejumlah tugas utama, yaitu menetapkan arah, mengalokasikan sumber daya, dan melakukan eksekusi. Maka, dibutuhkan suatu proses dan komitmen yang kuat untuk mencapai pertumbuhan di level double digit.

“Dalam lima tahun ini, tantangan terbesar saya adalah mengubah birokrasi menjadi korporasi. Hal tersebut tidak mudah. Birokrasi mementingkan cara, sementara saya mementingkan tujuan,” tegas Menpar.

Tantangan terbesar di Kemenpar adalah birokrasi yang membuat lambat. Karena itulah untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, dibutuhkan transformasi dari birokrasi menuju korporasi melalui teknologi digital, dan dilakukan deregulasi. Ia mencontohkan Vietnam yang saat ini mampu menjadi investor darling dan tourist darling sejak menerapkan deregulasi besar-besaran di sektor pariwisata.

Editor: AN

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT