TERMINAL BARU BANDARA SILAMPARI Dorong Ekonomi Lubuk Linggau dan Tiga Provinsi

Bandara Silampari di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, memiliki terminal baru. Peresmian operasional terminal baru itu dilakukan bersamaan dengan terminal baru Bandara Radin Inten II Lampung oleh Presiden Joko Widodo di Lampung pada Jumat (15 Maret 2019). Hadir dalam peresmian itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Bandara Pramintohadi Soekarno, Kabandara Radin Inten II Asep Kosasih Samapta dan Kabandara Silampari Rudi Pitoyo.

Kepala Bandara Silampari Rudi Pitoyo mengatakan terminal baru akan membuat penumpang kian nyaman menggunakan Bandara Silampari. Bandara itu yang semakin representatif akan mendorong pergerakan dan pertumbuhan ekonomi kota Lubuk Linggau.
Menurut Kabandara, Bandara Silampari menjadi pintu gerbang utama ke kota Lubuk Linggau. Kota ini pada posisi geografis yang sangat strategis yaitu di antara Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu dan Palembang, Ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Kota ini merupakan jalur penghubung antara Pulau Jawa dengan kota-kota di bagian utara Pulau Sumatera.
“ Dengan dioperasikan terminal baru, Bandara Silampari tidak hanya gerbang utama ke Lubuk Linggau, tetapi juga tiga provinsi di sekitarnya yakni Sumsel, Bengkulu dan Jambi,” ujar Rudi Pitoyo. Kehadiran terminal baru Bandara Silampari, lanjut Kabandara Rudi, bisa menunjang pemenuhan transportasi masyarakat setempat. Baik untuk konektivitas bisnis maupun kunjungan wisata dengan lebih mudah dan cepat.
Pembangunan terminal baru dilaksanakan pada tahun 2016. Luas total terminal penumpang 5.452 m2 dengan kapasitas 300.000 penumpang per tahun luas area keberangkatan terminal mencapai 1.365 m2, luas area kedatangan 591 m2 dan luas area ruang tunggu 512 m2. Konsep gedung terminal dibangun berkapasitas 386 orang per harinya dengan desain ramah terhadap lansia, ibu-ibu hamil dan penyandang disabilitas (difabel). Misalnya saja tangga yang disediakan, tidak terlalu tinggi, sehingga bisa untuk semua penumpang. Di dalam gedung juga dilengkapi dengan eskalator, lift, ruang khusus menyusui dan toilet khusus untuk difabel.
“Sarana dan prasarana di Bandara Kelas III dibawah Unit Penyelenggara Bandar Udara Bandara Silampari telah lengkap mulai dari xray, PKP-PK, dan lainnya, selain sisi udara,” ujar Kabandara.
Saat ini, bandara melayani penerbangan tiga maskapai yakni Batik Air dengan jenis pesawat Airbus A-320 melayani rute Jakarta-Lubuklinggau (PP) 1 x sehari, NAM Air dengan jenis pesawat boeng 737-500 melayani rute Jakarta-Lubuklinggau (PP) 1 x sehari dan Wings Air dengan jenis pesawat ATR 72-600 melayani rute Palembang-Lubuklinggau (PP) 1 x sehari.
Pada fasilitas sisi udara, bandara ini memiliki landasan pacu (runway) panjang 2.220 m dan lebar 45 m. Runway strip 2.340 m x 150 m, dan taxiway 155 m x 23 m. Sedangkan landasan parkir pesawat (apron) berukuran 130 m x 100 m, sehingga mampu mengakomodir pergerakan dua pesawat sekaligus jenis Airbus A 320. B

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *