by

RENNY SOVIAHANI Pesonna Indonesia Jaya Kian Mempesona

-AKOMODASI, HOTEL-1,057 views

Memimpin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hospitality dan property (perhotelan) adalah tantangan bagi seorang Renny Soviahani. Perempuan kelahiran Bandung pada 1969 ini sekarang dipercaya menjadi Direktur PT Pesonna Indonesia Jaya.
PT Pesonna Indonesia Jaya merupakan anak perusahaan di bawah PT Pegadaian (Persero). Rintisan lini usaha baru ini dalam rangka mengoptimalisasi aset. Pesonna merupakan kependekan dari “Pegadaian Selalu Optimalkan Nilai – Nilai Aset”.
Rencana Pegadaian akan membangun 24 hotel. Namun dalam perjalanannya lahir Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) tentang larangan penyelenggaraan rapat di hotel. Aturan itu membuat Pegadaian hanya mengembangkan sembilan hotel, dua hotel di antaranya berada di Yogyakarta. Selebihnya tersebar di Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Tegal, Pekalongan, Gresik dan Semarang. Selain hotel, PT Pesonna juga ekspansi menjadi operator di kafe bernama The Gade Coffee & Gold milik pegadaian yang saat ini sudah beroperasi 25 outlet dari rencana 33 di seluruh Indonesia. Lini bisnis meliputi building management, travel management, serta jasa konstruksi.
Renny yang berpengalaman di sektor properti direkrut untuk memimpin PT Pesonna Indonesia Jaya. Sebagai pemain baru tentu banyak tantangan yang dihadapi alumnus S1 Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung. Anak keempat dari lima saudara ini adalah angkatan 1987 dan lulus tahun 1992.
Ragam tantangan itu tidak membuatnya surut langkah menggapai kemajuan. Baginya, hotel di bawah bendera Pesonna harus memberi pesona kepada pengguna jasa. Tamu dibuat terpesona akan interior, pelayanan, menu dan konsep-konsep lainnya.
Dari sisi interior hotel, sistem pelayanan hingga penyajian menu makanan serta konsep halal tetap berkolaborasi apik dengan modernitas. Konsep halal adalah hal baru yang diperkenalkan dan tak disangka menjadi daya tarik tamu yang menginap di hotel-hotel yang dikelola Pesonna Indonesia Jaya.
Dalam perjalanannya, mengusung konsep halal yang belum banyak diaplikasikan perhotelan Indonesia menjadi tantangan lain bagi Renny. Pasalnya, pola pikir masyarakat tentang konsep hotel syariah kala itu, masih sangat konvensional. Tamu yang menginap harus menunjukkan surat nikah hingga berbagai aturan seolah membuat hotel syariah sulit untuk diterima masyarakat. Renny tak patah semangat dalam mencoba menyajikan pelayanan yang lebih dinamis dan modern, tetapi masih berada di koridor konsep hotel halal.
“Tak selalu tamu muslim saja yang menginap. Ternyata yang nonmuslim, sampai tamu mancanegara juga tak segan untuk menginap,” kata Renny yang pertama kali berkarier di PT Sehati sebagai Sales Consultant selama enam bulan. Ia berhenti untuk melanjutkan kuliah S2 dengan program beasiswa PPM. Setelah lulus program Wijawiyata Manajemen, Renny berkarier di PT Adhi Karya dari tahun 1994 hingga 2002. Lalu periode 2002-2007 bekerja di PT Adhi Realty yang merupakan anak perusahaan PT Adhi Karya sebagai Manajer Pengembangan Bisnis, kemudian selama 2007 – 2012 dipercaya sebagai salah seorang direktur. Tetapi pada 2012 masuk kembali ke PT Adi Karya sebagai Kepala Divisi Property & Hotel sampai 2013.
Mulai Juni 2013 gabung ke Pegadaian sebagai konsultan dan team leader sampai Februari 2015. Sejak 2015 itulah masuk sebagai jajaran direksi hingga sekarang ini.
Bagi Direktur Pesonna Indonesia Jaya ini sumber daya manusia merupakan aset nomor satu. “Bagi saya, SDM is number one [SDM nomor satu],” kata Renny. B

Comment

BERITA TERKAIT