OTORITAS BANDAR UDARA WILAYAH I Fokus Operasional dan Kesiapsiagaan Pemilu

Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Soekarno-Hatta selama bulan Maret dan April akan fokus terhadap operasional sisi darat maupun sisi udara, serta kesiapsiagaan Pemilu 2019.
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Otban I Herson ketika menerima Tim Majalah Bandara. Menurut Herson, operasional dimaksud meliputi kelaikan pesawat udara, personel atau kru pesawat, radar, fasilitas penunjang dan personil pelayanan darat atau ground handling, termasuk pelayanan kepada penumpang angkutan udara, kehandalan fasilitas pendukung personil dan standard operasional prosedur keamanan bandara Avsec serta kehandalan pelayanan lalu lintas udara.
Hal-hal tersebut di atas sebenarnya sudah menjadi tugas pokok dari otoritas bandara namun kegiatan ini terus ditingkatkan mengingat di bulan April ini diselenggarakan pesta demokrasi yang mana moda transportasi udara menjadi prioritas utama untuk mobilitas dari satu daerah ke daerah lainnya. Di sinilah pelayanan dan kesiapan bandara perlu dikoordinasikan agar pelayanan kepada penumpang selalu prima.
Herson menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pembinaan kegiatan penerbangan dengan upaya dan langkah nyata agar dapat diketahui masyarakat luas.
“Tidak ada tawar menawar lagi, keselamatan penerbangan harga mati dan tidak boleh ada yang main-main lagi. Kita ingin mengingatkan instansi terkait dan mengedukasi masyarakat umum tentang pentingnya keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutur Herson.
Herson juga menambahkan bahwa Otoritas Bandar Udara mempunyai beberapa tugas dan tanggung jawab yang tidak sederhana. “Di antaranya menjamin keselamatan, keamanan, kelancaran, dan kenyamanan di bandar udara, memastikan terlaksana dan terpenuhinya ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan, kelancaran, dan kenyamanan di bandar udara”.
Selain itu, menjamin terpeliharanya pelestarian lingkungan bandara; dan menyelesaikan masalah-masalah yang dapat mengganggu kelancaran kegiatan operasional bandara yang dianggap tidak dapat diselesaikan oleh instansi lain.
Membangun proses ataupun prosedur koordinasi misalnya dengan rapat regular dan pelatihan, memiliki metode komunikasi yang efektif dua arah, memiliki standarisasi dengan mempertimbangkan setiap perbedaan wilayah kerja yang sesuai dan menetapkan system check and balances yang tepat.
“Kegiatan rutin seperti ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mendiskusikan dan mengkaji kemungkinan penyempurnaan Kantor Otoritas Bandar Udara yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan peran dan fungsi pengawasan di bidang keamanan, keselamatan dan pelayanan penerbangan pada masa yang akan mendatang,” tutup Herson. B

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *