by

BANDARA TIOM Gerbang Masuk ke Kabupaten Lanny Jaya

Banyak yang bilang belum ke Papua jika tidak menginjakkan kakinya di Wamena yang terkenal dengan Festival Lembah Baliem serta keunikan budayanya yang masih kental khas Papua, meskipun berkunjung ke daerah lainnya di Papua.
Tetapi di balik keunikan dan keindahan alam Wamena yang dijuluki sebagai The Heart of Papua, terdapat sebuah daerah yang berada tidak jauh dari Wamena atau tepatnya di sebelah barat Wamena dan memiliki keindahan alam luar biasa menakjubkan membuat mata terpesona akan keindahannya, yakni Kabupaten Lanny Jaya yang Ibukotanya berada di Distrik Tiom.
Kabupaten Lanny Jaya merupakan pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya. Tahun 2007, Lanny Jaya resmi menjadi kabupaten sendiri dan bisa dikatakan daerah ini merupakan kota baru. Sebagai kota baru di Papua, saat ini Pemkab Lanny Jaya sedang giat-giatnya membangun daerah di bidang infrastruktur. Beberapa pembangunan infrastruktur itu di antaranya adalah pengembangan Bandara Tiom.
Bandara Tiom merupakan gerbang udara untuk masuk ke Lanny Jaya yang memiliki panjang runway 700 meter x 18 meter. Sebagai pintu gerbang udara, bandara ini sudah diterbangi oleh penerbangan perintis Susi Air rute Wamene – Tiom seminggu sekali, yakni setiap hari Rabu. Meskipun Wamena – Tiom bisa ditempuh melalui jalur darat selama tiga jam dengan kondisi jalan 80% beraspal dan berliku, namun kehadiran bandara ini adalah sebagai bukti kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat pedalaman melalui transportasi udara guna membuka akses dan konektivitas daerah tersebut agar dapat terhubung dengan kota besar lainnya di Indonesia.
“Saat ini baru rute Wamena – Tiom saja, sedangkan rute penerbangan perintis Sentani – Tiom masih dalam proses. Sementara dalam proses, jadi kalau mau ke Sentani terbang melalui Wamena. Kami berharap rute perintis Sentani ini bisa segera terealisasi karena melalui Sentani, masyarakat Lanny Jaya yang ingin bepergian keluar Papua untuk sekolah ataupun dinas jadi semakin mudah. Transportasi udara disini sangat dibutuhkan karena untuk menopang kebutuhan transportasi yang efektif juga mudah dan cepat serta keamanannya terjaga,” ujar Kepala Bandara Tiom Julius Hendrik Palapessy.
Selain penerbangan perintis penumpang, Yulius juga berharap rute penerbangan perintis cargo dapat terealisasi di Lanny Jaya agar dapat menekan harga kebutuhan logistic di daerah itu menjadi lebih murah karena harga kebutuhan logistic di daerah tersebut untuk saat ini terbilang sangat mahal. B

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT