by

BANDARA UMBU MEHANG KUNDA Fokus Peningkatan SDM

Kabandara Umbu Mehang Kunda Hariyanto Bersama Staff

Mulai Januari 2019 Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu dikepalai oleh Hariyanto. Sebagai kepala bandara baru, Hariyanto menetapkan sejumlah program priotas.
“Program saat ini lebih fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Kabandara Hariyanto kepada Majalah Bandara. Sebelumnya Kabandara pernah bertugas di Sampit, Kota Baru dan Pangsuma.

Kabandara Umbu Mehang Kunda Hariyanto, Kasubag TU Binnerson dan Kasi TOKPD Supriyono

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, lanjut Hariyanto, para karyawan terus menerus ditempa kompetensi mereka. Tolok ukur kompetensi di antaranya adalah lisensi sesuai aturan yang ada. Maka dari itu, SDM di bandara itu perlu dibekali dengan kompetensi yang bisa didapat dengan mengikuti diklat atau pelatihan secara bergantian sesuai urutan jenjangnya.
Saat ini jumlah karyawan di Bandara Umbu Mehang Kunda sebanyak 36 PNS, lalu honorer 44 orang. Idealnya masih perlu ditambah, namun saat ini mengoptimalkan yang ada untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa.
Pelayanan Bandara Umbu Mehang Kunda terbilang memuaskan pengguna jasa. Buktinya bandara ini dalam event Bandara Awards 2018 berhasil meraih Terbaik di UPBU Kelas II.
Penghargaan ini dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh staf serta stakeholder bandara yang tak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa bandara. Tanpa kerja keras dan kekompakan tim, penghargaan ini tentu tidak akan bisa diraih.
Hariyanto menjelaskan lebih lanjut, bahwa saat ini frekuensi penerbangan di Bandara Umbu Mehang Kunda bertambah. Movement mencapai 10 pergerakan setiap hari. Di antaranya Wings sehari tiga kali dengan rute DPS-WGP-DP 1x, KOE-WGP-KOE 1 x. Ada juga TransNusa KOE-WGP-KOE 1x, kemudian NAM Air pakai Boeing 500 rute DPS-WGP-KOE 1x, dan KOE-WGP-DPS 1x.
Bandara Umbu Mehang Kunda secara fisik memiliki runway sepanjang 2.000 meter x 30 meter, namun yang efektif digunakan hanya sepanjang 1.950 meter x 30 meter. Hal ini disebabkan karena terdapat obstacle di ujung kedua runway sehingga tidak dapat digunakan dengan maksimal dan runway pun tidak dapat diperpanjang. Oleh karena itu, pengelola bandara berusaha mengoptimalkan dan meningkatkan yang ada saat ini. Salah satunya adalah dengan penambahan frekuensi penerbangan pesawat sejenis.

Comment

BERITA TERKAIT