by

BANDARA DC SAUDALE ROTE Meningkatkan Kerja Sama Dengan Pemda

Kabandara DC Saudale Semuel Charles Bastian Malaikosa bersama staff

Semuel Charles Bastian Malaikosa, tahun 2003 hingga 2013 bertugas sebagai staf di Bandara David Constantijn Saudale di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Enam tahun kemudian, yakni awal tahun 2019, Charles kembali ke Pulau Rote. Kali ini Charles dipercaya oleh Kementerian Perhubungan untuk menjadi Kepala Bandara DC Saudale.

Kabandara DC Saudale Semuel Charles Bastian bersama Staff

Bagi Charles, Bandara DC Saudale tidaklah asing. Maka dari itu, Kabandara Charles tahu persis apa yang harus dilakukan. Lantas dituangkanlah dalam program-programnya. “Program yang akan dilakukan, selain meneruskan perjuangan kepala bandara yang lama, kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Kabandara Charles yang juga pernah bertugas di Sampit dan Tambolaka.
Pria kelahiran Ende 12 September 1974 ini mengawali karier di Kanwil Perhubungan Provinsi NTT di Kupang selama tahun 1998-1999. Periode 1999-2003 ditugaskan ke Tambolaka sebagai staf. Lalu 2003-2013 ke Bandara DC Saudale Rote sebagai staf, periode 2013-2016 dipromosikan ke Bandara Tambolaka sebagai Kasubsi TOKPD, lalu 2016 dipindahkan ke Sampit hingga awal 2019 sebagai Kepala Seksi, dan mulai awal 2019 sarjana teknik ini diangkat sebagai Kepala Bandara DC Saudale.
Lebih lanjut Kabandara Charles mengemukakan selain mempererat kerjasama itu, program lainnya adalah meningkatkan kualitas SDM sesuai arahan Menteri Perhubungan. Menurutnya, tahun 2019 ini ada program peningkatan SDM secara swadaya untuk meningkatkan SDM tenaga kontrak. Tak kalah penting adalah meningkatkan pelayanan pengguna jasa lewat sosialisasi SOP. Sosialisasi ini ditujukan kepada mitra-mitra maupun instansi terkait di Kabupaten Rote Ndao agar bisa memberikan pemahaman yang sama.
Program pembangunan sisi udara maupun sisi darat belum menonjol. Menurut Kabandara, sejauh ini belum ada rencana perpanjangan runway, tetapi ada peningkatan daya dukung runway yaitu peningkatan PCN. Saat ini panjang runway 1.650 m x 30 m dan fasilitas ini dinilai cukup untuk membuka akses ke Pulau Rote.

Staff PK-PPK Bandara DC Saudale

Tanpa bandara, transportasi ke Rote terhitung sulit. Ada saat musim dimana cuaca buruk, terjadi hujan angin dan gelombang laut naik 4-5 meter bahkan sampai 7 meter. Akibatnya kapal yang mengangkut penumpang dan barang bagi masyarakat Rote tidak bisa berlayar sehingga bahan pokok sulit didapat. “Kalau toh ada, harganya mahal. Ini biasanya terjadi pada Desember, Januari dan Februari,” kata Kabandara Charles. Saat seperti inilah, lanjut Kabandara, bandara menjadi penting untuk membantu masyarakat karena pesawat menjadi pilihan utama untuk transportasi keluar masuk Pulau Rote.

Comment

BERITA TERKAIT