BANDARA KUABANG KAO Konsolidasi Demi Layanan Terbaik

Runway Bandara Kuabang Kao

Bandara Kuabang di Maluku Utara kini tengah berkonsolidasi guna memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa bandara, di tengah semakin meningkatnya permintaan angkutan udara ke wilayah tersebut.
Ristu, sebagai Kepala Bandara baru di Kuabang, mengawali tugasnya dengan konsolidasi itu. Mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bandara Kalimarau dilantik jadi Kabandara baru Kuabang pada 5 November 2018 lalu.
“Saya bersama seluruh jajaran di Bandara Kuabang sedang melakukan konsolidasi, namun kami sudah sepakat memberikan layanan terbaik di bandara ini,” ujar Ristu kepada Majalah Bandara belum lama ini.
Ristu bertugas di Bandara Kalimarau sekitar dua tahun sembilan bulan, sebelumnya ayah satu anak ini berkarya di kantor pusat Kemenhub di Jakarta.
Bandara Kuabang adalah bandar udara yang terletak di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.400 m × 30 m dan luas terminal 3.500m2 yang akan segera dioperasikan, dan untuk rute penerbangan posisi saat ini sedang dikoordinasikan dengan maskapai Sriwijaya/Nam untuk membuka rute Kao-Makasar. Jarak dari kota Tobelo sekitar 75 km. Saat ini Wings Air terbang dengan rute Manado – Kao – Manado. Wings Air masih menjadi satu-satunya maskapai yang beroperasi di Bandara Kuabang dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari.

Kabandara Kuabang Kao Ristu Bintoro

Namun begitu sekarang ini Bandara Kuabang Kao sudah bisa dijadikan alternatif dari Bandara Sultan Babullah Ternate, jika pesawat mengalami hambatan mendarat di tempat itu. Landasan pacu Bandara Kuabang Kao sudah diperpanjang. Jadi pesawat berbadan lebar seperti yang selama ini melayani penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Babullah Ternate sudah bisa mendarat di Bandara Kuabang Kao.
Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate sering ditutup jika Gunung Gamalama di Ternate erupsi. Pesawat yang akan ke bandara itu terpaksa dialihkan ke Bandara Samratulangi Manado karena saat itu perpanjangan landasan Bandara Kuabang Kao belum selesai. Sekarang, Bandara Kuabang Kao sudah bisa jadi alternatif.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *