by

Laporan Dewan Juri Bandara Award 2018

Ketua Dewan Juri Bandara Awards 2018 Herry Bakti S. Gumay menjelaskan Bandara Awards adalah penghargaan kepada para pengelola bandara di Indonesia yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna bandara khususnya kepada penumpang pesawat ketika di bandara.
Acara yang digelar setiap tahun ini, menurut Herry, bertujuan untuk mendorong para pengelola bandara semakin meningkatkan pelayanan jasa bandara, menjadi semakin baik dan kompetitif, menuju standar pelayanan bertaraf kelas dunia sehingga mampu meningkatkan citra penerbangan nasional dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.
Menurut Herry, penyelenggaraan Bandara Awards tahun ini adalah sangat spesial karena bertepatan dengan 1 (satu) dasawarsa (atau kali yang ke-10) sejak program ini diselenggarakan tahun 2009 oleh Majalah Bandara.
“Dewan Juri sangat bangga dan berterima kasih kepada Majalah Bandara yang telah konsisten dan sukses menyelenggarakan program sampai saat ini serta atas dukungan yang berkelanjutan dari tiga kementrian terkait, yaitu Kementrian BUMN, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Perhubungan,” kata Herry saat memberikan paparan tentang Bandara Awards.
Adapun Dewan Juri ajang ini adalah JURI KEHORMATAN : Herry Bakti S. Gumay, Esthy Reko Astuty, Polana B. Pramesti. DEWAN JURI : Herry Bakti S. Gumay (Ketua), Tengku Burhanuddin, Ninok Leksono, Dudi Sudibyo, Erwin Nurdin, Olivia Zalianty, Otong Rukmana.

Kualitas Ditingkatkan
Kegiatan utama Bandara Awards meliputi penilaian kualitas pelayanan bandara melalui survei penumpang pesawat di bandara, visitasi, panel review dan penetapan pemenang oleh Dewan Juri, dan pemberian penghargaan.
Panitia dan Dewan Juri terus meningkatkan jumlah peserta dan kualitas penyelenggaraan. Jumlah peserta tahun ini meningkat dari 83 menjadi 103 bandara (105 Terminal) yang terdiri dari 13 bandara PT. Angkasa Pura I (Persero), 15 bandara PT. Angkasa Pura II (Persero), dan 75 bandara UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Kelas I, II, III Kementerian Perhubungan dan Bandara Khusus yang melayani Penerbangan Perintis.
Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dinilai terpisah untuk masing-masing terminalnya, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 karena mempertimbangkan jumlah pergerakan penumpang yang besar.
Dari sisi penilaian, Dewan Juri terus meningkatkan metode dan akurasi penilaian mulai dari perencanaan, pelaksanaan survei, pengolahan dan analisis data, visitasi, panel review, dan penentuan pemenang. Jenis predikat dan kelas penghargaan selalu dikaji ulang untuk semakin mendorong kompetisi peningkatan yang merata dan terpadu di seluruh lingkungan pengelola bandara, diantaranya adalah penambahan kategori predikat Bandara Terbaik UPBU dan kategori khusus untuk para pengelola bandara yang fokus pada pengembangan konsep Smart Airport (Digital Airport), Green Airport, dan tematik lainnya.
Penilaian dilakukan melalui survei kepuasan penumpang pesawat ketika di bandara. Studi awal dan panel dewan juri dilakukan untuk menentukan kriteria penilaian yang benar, kekinian (up to date), dan selaras dengan standar nasional dan internasional serta rencana sampling sesuai kaidah akademik yang sahih. 2 (dua) kriteria yang menjadi dasar penilaian adalah kualitas dan peningkatan pada 20 aspek pelayanan di terminal penumpang yang meliputi akses dan informasi, pelayanan keberangkatan dan kedatangan, kenyamanan terminal, fasilitas dan kemudahan. Untuk dapat meraih penghargaan bandara terbaik, bandara tidak cukup hanya memberikan pelayanan yang sangat baik saja, tetapi juga harus dirasakan meningkat oleh penumpang dari tahun sebelumnya. Alat yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada para penumpang di ruang tunggu keberangkatan disertai dengan wawancara oleh tim survei independen dari Majalah Bandara yang terbebas dari segala bentuk keterlibatan dengan pihak pengelola bandara. Pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dilakukan dengan mengacu pada kaidah ilmiah yang baik untuk menjamin akurasi hasil.
Ukuran penilaian yang digunakan sebagai dasar penentuan peraih penghargaan terdiri dari Indeks Kualitas Bandara (IKB), Indeks Peningkatan Bandara (IPB), dan Skor Kompetitif Bandara.(SKB). Indeks Kualitas Bandara (IKB) adalah ukuran persepsi penumpang terhadap kualitas 20 aspek pelayanan di terminal penumpang, tingkat kepuasan secara umum, dan tingkat rekomendasi penumpang (Net Promoting Score). Indeks Peningkatan Bandara (IPB) adalah ukuran persepsi penumpang terhadap peningkatan kualitas pelayanan terminal penumpang dalam setahun terakhir. IKB dan IPB dipadukan secara berbobot menjadi Skor Kompetitif Bandara (SKB) yang menjadi dasar dalam menentukan pemenang.

Penghargaan
Predikat penghargaan yang diberikan dalam Bandara Awards 2018 terdiri dari 3, yaitu :
Bandara Terbaik (Best Airport) adalah penghargaan untuk bandara-bandara yang mempunyai kualitas dan peningkatan pelayanan yang terbaik di 6 kategori lingkungan pengelola dan kelasnya, yaitu PT. Angkasa Pura I (Persero), PT. Angkasa Pura II (Persero), Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas I, UPBU Kelas II, UPBU Kelas III, dan UPBU Kelas III Khusus yang melayani Penerbangan Perintis.
Bandara UPBU Terbaik Tahun 2018 (UPBU of The Year) adalah Penghargaan untuk satu bandara dengan kualitas dan peningkatan pelayanan yang terbaik di lingkungan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU).
Bandara Terbaik Indonesia Tahun 2018 (Indonesia’s Best Airport of The Year) adalah Penghargaan tertinggi untuk satu bandara terbaik dari yang terbaik (Best of The Best Airport) di Indonesia dengan kualitas dan peningkatan pelayanan yang terbaik berdasarkan penilaian penumpang

Jumlah Responden
Survei tahun ini melibatkan 17 ribu responden penumpang pesawat yang mewakili seluruh kawasan Indonesia dengan profil sebagai berikut.
Responden adalah penumpang pesawat Lion 24%, Garuda 20%, Sriwijaya 12%, dan lainnya. Tujuan utama perjalanan udara didominasi urusan dinas 42% dan keluarga 32%.
Sekitar 85% responden pernah melakukan perjalanan udara lebih dari dua kali dalam setahun terakhir. Hasil survei juga menunjukkan profil demograpi responden penumpang pesawat 63% pria, 91 % berusia lebih dari 20 tahun, 68% berpendidikan minimum Diploma/Sarjana, 28% Pegawai Swasta dan 24% PNS, 86% berpenghasilan lebih dari 2,5 juta per bulan.
Hasil umum menunjukkan bahwa Rata-rata Nilai Total (Skor Kompetitif Bandara) PT Angkasa Pura I (Persero) adalah 71 dari sekala 100 (meningkat +2 dari tahun sebelumnya 69), PT Angkasa Pura II (Persero) adalah 72 (meningkat +2 dari tahun sebelumnya 70), dan UPBU adalah 62 (meningkat signifikan +6 dari tahun sebelumnya 56).
Hal itu mengindikasikan bahwa di tahun ini Kualitas dan Peningkatan Pelayanan bandara-bandara yang diusahakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) relatif sama, sedangkan percepatan peningkatan pelayanan lebih tinggi atau signifikan pada bandara-bandara UPBU.

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT