Dirjen Polana B. Pramesti “Kualitas Pelayanan Harus Ditingkatkan”

Menhub Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Fasilitas & Pelayanan Ituk Herarindri bersama Dewan Juri Bandara Awards dan para EGM Bandara

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Polana B Pramesti, menyampaikan pesan bahwa pengelola bandara tidak boleh memandang sebelah mata dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.
“Kepada pemenang pada kompetisi ini jangan sampai puas sampai di sini, harus terus bersaing meningkatkan kualitas dan mengelola bandara dengan baik,” kata Dirjen Polana dalam Penganugerahan Bandara Awards 2018 pada Jumat (17/12/2018) malam.
Menurut Dirjen, perlu menjadi perhatian bersama bahwa banyak bandara perintis yang perlu diperhatikan seperti Bandara Miangas di Indonesia paling utara.
“Kita harus merawat bandara yang jauh terluar, terpinggir itu menjadi bandara terdepan”, ujar Polana.
Pelayanan menjadi kriteria dalam memberikan penilaian terhadap bandara yang disurvei dalam rangka Bandara Awards 2018. Dari hasil survei itu, Dewan Juri kemudian memberikan peringkat untuk 105 bandara yang disurvei. Selain terpilih bandara terbaik masing-masing kategori, ada juga penghargaan khusus untuk masing-masing bandara.
Adapun beberapa penghargaan khusus diberikan kepada Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, sebagai bandara yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pasca musibah gempa dan tsunami. Kemudian juga kepada Kepala Bandara SIS Al Jufri Palu, Benyamin Noach Apituley sebagai Kepala Bandara yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Palu dan sekitarnya pasca gempa.
Kemudian penghargaan Smart Airport diberikan kepada Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Bandara Sultan Thaha Jambi, dan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati.
Bandara I Gusti Ngurah Rai memperoleh penghargaan sebagai bandara yang mensukseskan kegiatan IMF, dan Bandara Ahmad Yani sebagai bandara yang berkonsep Green Airport. Dodi Dharma Cahyadi terpilih sebagai Kepala Bandara terbaik yang mendorong perekonomian dan pariwisata di tiga wilayah yaitu Karimunjawa, Banyuwangi dan Samarinda.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *