by

Bandara Andi Jemma Raih Juara II UPBU Kelas III Perintis

Kepala Bandara Andi Jemma Rasidin saat menerima penghargaan juara II di UPBU Kelas III Perintis

Malam Penganugerahan Bandara Awards 2018 yang diselenggarakan pada Jumat (07/12/2018) di Hotel Borobudur, Jakarta, meninggalkan banyak cerita dan kebanggaan bagi pengelola bandara, baik PT Angkasa Pura I dan II, UPBU Kelas I, II serta Kelas III yang melayani penerbangan komersil maupun perintis atas apa yang berhasil dicapai dalam ajang bergengsi tersebut.
Salah satu UPBU Kelas III yang melayani penerbangan perintis yang juga turut merasakan kebanggaan atas diraihnya penghargaaan sebagai UPBU Kelas III Perintis dengan layanan terbaik adalah Bandara Andi Jemma yang berhasil meraih juara II di kelasnya untuk yang pertama kalinya.
Kepala Bandara Andi Jemma Rasidin mengungkapkan bahwa ini adalah tahun pertama bandara yang terletak di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi Bandara Awards 2018 dan langsung berhasil mendapatkan penghargaan tersebut. “Kami sangat bersyukur bisa meraih penghargaan ini tidaklah mudah, karena penilaian yang dilakukan pun semua berdasarkan kepuasan pengguna jasa bandara. Tanpa kerja keras dari seluruh anggota Bandara Andi Jemma yang tak pernah letih dalam memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa bandara, tentu mereka tidak akan puas dan nyaman berada di bandara. Semoga ke depannya kami bisa lebih baik lagi dan terus meningkatkan kualitas pelayanan di bandara ini,” katanya.

Bandara Andi Jemma


Bandara Andi Jemma saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 900 meter x 23 meter. Bandara itu tidak hanya melayani penerbangan perintis penumpang saja, tetapi juga melayani penerbangan perintis cargo yang semuanya dilayani oleh maskapai Susi Air dengan rute Masamba – Rampi PP dan Masamba – Seko PP yang terbang setiap hari kecuali hari Minggu. Tingginya antusian masyarakat terhadap transportasi udara di Masamba, sehingga sering terjadi antrian tiket atau waiting list di bandara itu.
Sedangkan penerbangan perintis cargo setiap harinya saat ini hanya melayani satu ton saja, sedangkan angkutan cargo Masamba – Rampi dan Masamba – Seko setiap harinya selalu penuh, baik saat berangkat maupun saat kembali ke Masamba. Bahkan angkutan cargo satu ton ini masih kurang. Masyarakat berharap angkutan cargo di Luwu Utara ini kapasitas angkutnya dapat ditambah 3 – 4 ton per hari. “Kami sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya Program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo karena dapat menurunkan disparitas harga di Luwu Utara, khususnya di Seko dan Rampi. Namun kami juga berharap agar angkutan cargo perintis kapasitasnya dapat ditambah,” sambung Rasidin.
Guna menunjang kebutuhan transportasi udara di Masamba yang terus semakin meningkat, pengelola Bandara Andi Jemma juga akan meningkatkan fasilitas bandara, salah satunya adalah dengan memperpanjang landasan pacu menjadi 1.600 meter x 30 meter secara dua tahap. Untuk tahap pertama, perpanjangan landasan pacu akan dimulai pada awal tahun 2019 sepanjang 1.200 meter x 30 meter dan tahun 2020 diperpanjang menjadi 1.600 meter x 30 meter diharapkan pesawat jenis ATR 72 dapat mendarat di Bandara Andi Jemma.
“Dengan diperpanjangnya landasan pacu yang pengerjaannya dimulai pada awal Januari 2019 sepanjang 1.200 meter tersebut diharapkan pesawat ATR 42 bisa mendarat di Masamba dan tahun 2020 diharapkan sudah bisa didarati oleh pesawat jenis ATR 72 yang dapat mengangkut penumpang lebih banyak sehingga Bandara Andi Jemma menjadi bandara komersil,” ungkap Kabandara.

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT