by

Impian 73 Tahun Terwujud : Direct Flight Samarinda – Jakarta & Makassar

Impian lama masyarakat Samarinda atau tepatnya warga Provinsi Kalimantan Timur akan adanya penerbangan langsung dari Ibukota republik ini, Jakarta, ke Samarinda, Ibukota provinsi kaya raya itu, kini terwujud. Termasuk Samarinda – Surabaya.
Peristiwa bersejarah terjadi bertepatan pada hari Maulid Nabi Muhammad SAW, hari Selasa, 20 November 2018. Hari itu, pesawat Boeing 737-NG 800 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendarat mulus di landasan pacu Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda.
Gubernur Kaltim Isran Noor tak henti-hentinya mengucapkan puji syukur. Sementara Kabandara baru APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi tak mampu menahan rasa harunya. Mata ayah tiga anak meneteskan airmata. Sejumlah warga yang hadir bertepuk tangan saking bahagianya.
Penerbangan langsung dari Jakarta ke Samarinda, kata Gubernur Isran Noor, ini impian lama yang terpendam 73 tahun, sejak Indonesia merdeka. Selama ini warga Samarinda dan Kaltim jika bepergian ke Jakarta harus melalui Balikpapan berjarak 117 kilometer. Jika jalan lancar jarak ini bisa ditempuh tiga jam.
Namun waktunya sulit diduga bila terjadi sesuatu, jarak tempuhnya bisa di atas lima jam. Karena jalan menghubungkan Samarinda-Balikpapan hanya itu, tidak ada pilihan, kecuali nanti setelah pembangunan jalan tol terwujud.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak, impian lama adanya penerbangan langsung hari ini terwujud. Ini berkah Peringatan Maulid Nabi,” ujar Gubernur Isran Noor didampingi Kabandara Dodi Dharma Cahyadi dan tokoh masyarakat Kaltim.
Kebahagiaan warga Kaltim semakin lengkap, esok harinya, Rabu tanggal 21 November 2018, maskapai Batik Air terbang langsung juga dari Jakarta – Samarinda.
Anak perusahaan Lion Air itu pada 28 November direct flight Samarinda-Makassar dan Wings Air pada hari yang sama Samarinda – Berau.
Penerbangan langsung juga akan dilakukan maskapai Xpress Air dari Yogyakarta-Samarinda.
Selama ini penerbangan ke Samarinda dilayani pesawat kecil yakni Susi Air, Xpress Air dan Trans Nusa. Ketika itu masih di Bandara Temindung yang hanya memiliki landasan pacu 900 meter. B

Peresmian penerbangan perdana Garuda Indonesia

Peresmian penerbangan perdana Wings Air rute Samarinda – Berau

Comment

BERITA TERKAIT