by

Bandara Juancho E. Yrausquin : Runway 400 Meter Terpendek di Dunia

Transportasi udara di Indonesia yang merupakan negara kepulauan tentu memiliki peran penting dalam menghubungkan antar wilayah yang terpisah oleh laut dan pulau. Hadirnya transportasi udara tidak hanya menghubungkan dan membuka konektivitas saja, tetapi juga turut mendorong pergerakan ekonomi daerah tersebut.
Sebagai negara kepulauan, tentu Indonesia memiliki banyak bandara dengan berbagai panjang runway. Tidak sedikit bandara di Indonesia yang memiliki panjang runway tidak sampai 1.000 meter, malah ada juga yang runway-nya hanya sepanjang 750 meter dan hanya bisa didarati oleh pesawat berukuran kecil saja serta tidak bisa banyak mengangkut penumpang. Tapi ternyata, runway yang dimiliki oleh salah satu bandara Indonesia tersebut bukanlah bandara dengan runway terpendek yang ada di dunia.
Berbicara tentang bandara dengan runway terpendek di dunia, tentu akan mengingatkan pada salah satu bandara terekstrim di dunia, yaitu Bandara Juancho E. Yrausquin yang terletak di Saba, Kepulauan Karibia.
Bandara Juancho E. Yrausquin memiliki runway sepanjang 400 meter saja. Pada kedua ujung landasan pacu bandara ini terdapat jurang atau tebing terjal yang langsung menghadap ke lautan lepas nan luas serta bukit tinggi pada salah satu sisi bandara ini. Oleh karena itu bandara ini juga diklaim sebagai salah satu bandara paling bahaya di dunia. Selain itu, di ujung landasan pacu ini juga terdapat huruf X besar yang merupakan tanda larangan bagi pesawat sipil komersial berbadan besar agar tidak mendaratkan pesawatnya di bandara tersebut, kecuali dalam keadaan darurat.
Meskipun bandara ini ditutup lalu lintas pesawat jet, namun bandara ini masih bisa didarati oleh penerbangan regional dengan menggunakan pesawat jenis Twin Otter dan penerbangan regional yang mendaratkan pesawatnya di bandara itu berada di bawah pembebasan dari Otoritas Penerbangan Sipil Antillen Belanda. B

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT