by

Indonesia Aviation School : Tiga Tahun Berdiri Hasilkan SDM Penerbangan Terbaik

Indonesia Aviation School (IAS) kembali menghasilkan Air Traffic Control (ATC) terbaik setelah mengikuti pendidikan selama 10 bulan yang terdiri dari tiga bulan pelajaran teori mengenai ATC, empat bulan mengikuti pelajaran di laboratorium, dan tiga bulan mengikuti on the job training dengan turun langsung ke bandara yang ramai penerbangannya, seperti di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, dan di Bandara Tunggul Wulung di Cilacap.
Tepat pada hari Jumat, 26 Oktober 2018, IAS melepas 33 taruna yang terdiri Batch II, III, dan IV yang telah lulus mengikuti pendidikan dan siap terjun ke dunia penerbangan yang sesungguhnya. Sejak dibuka pada tahun 2015 hingga kini, IAS sudah menghasilkan 47 siswa ATC terbaik dan sebanyak 95% diterima bekerja di AirNav Indonesia.
Direktur Utama Indonesia Aviation School Zulkiflie Abbas mengemukakan, bahwa selain kemampuan akademik, untuk menjadi ATC juga harus sehat baik jasmani maupun rohani. Karena pekerjaan ATC bukanlah pekerjaan yang mudah, pekerjaan ini adalah untuk memastikan keselamatan orang banyak dalam pesawat dengan memandu pesawat tersebut dari meninggalkan bandara asal hinggal sampai di bandara tujuan dengan selamat. “Selama tiga tahun sudah 47 siswa yang lulus dari IAS dan hanya 5% saja yang belum diterima di AirNav bukan karena akademis/kemampuannya sebagai ATC, tetapi karena taruna tersebut tidak bisa menjaga kesehatannya. Sedangkan untuk menjadi ATC itu harus sehat,” katanya.

Direktur Utama Indonesia Aviation School Zulkiflie Abbas

Indonesia Aviation School adalah sekolah ATS swasta pertama di Indonesia yang disertifikasi dan disahkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan PPSDM Perhubungan Udara. Staff dan Instruktur IAS juga terdiri dari orang-orang yang berkompeten pada bidang penerbangan serta mematuhi standar yang tinggi dalam memberikan semua yang dibutuhkan oleh siswa untuk berhasil di bidang Layanan Lalu Lintas Udara.
“Selain staff dan tenaga pengajar yang berkompeten pada bidang penerbangan, siswa-siswa lulusan IAS juga mendapatkan lisensi ATC yang berlaku di penerbangan nasional dan internasional. Apa yang dibutuhkan oleh AirNav, IAS siap,” sambung Zulkiflie.
Indonesia Aviation School memiliki dua program, yakni Aerodrome Flight Information Service (AFIS) dengan masa pendidikan selama lima bulan dan siswa diajarkan bagaimana cara memberikan layanan komunikasi seperti Aeronautica Mobile Service (AMS) dan Layanan Tetap Aeronautika (AFS) antara stasiun penerbangan ke pesawat terbang dan helikopter di bandara AFIS, serta program pendidikan Aerodrome Control Tower (TWR) atau ATC dengan masa pendidikan selama 10 bulan siswa akan belajar mengatur dan mengelola lalu lintas pesawat di bandara seperti manuver area dan sekitarnya, yakni saat take off, landing, juga taxiing dari menara control.
“Dengan program unggulan yang kami miliki, kami berharap mendapatkan perhatian yang sama dari Pemerintah Pusat antar sekolah penerbangan Pemerintah dan swasta. Kalau mau bersaing, marilah kita bersaing dengan sehat dan memanfaatkan tenaga professional yang sudah purnabakti dalam dunia penerbangan untuk mengembangkan dan membagikan ilmunya kepada generasi muda. Salah satunya adalah Kepala Sekolah IAS yaitu Budi Hendro Setiyono yang merupakan mantan General Manager JATSC Soekarno – Hatta,” ungkap Zulkiflie.
Selain program pendidikan tersebut, Indonesia Aviation School juga bekerjasama dengan Anglo Continental for English in England menyelenggarakan Professional Training Course for Raters yang terbuka untuk guru penerbangan Inggris dan professional penerbangan yang diminta untuk menilai kemampuan bahasa Inggris Pilot, ATC, ACO, dan professional penerbangan lainnya sesuai dengan persyaratan kecakapan berbahasa Inggris dari penerbangan sipil internasional seperti yang ditetapkan dalam dokumen ICAO 9835. Program Professional Training Course for Raters ini akan diselenggarakan selama lima hari yakni dari taggal 03 hingga 07 Desember 2018 B

Direktur Utama Indonesia Aviation School Zulkiflie Abbas bersama kepala sekolah IAS Budi Hendro Setiyono, Ichwanul Idrus dan jajaran
Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT