by

Bandara Tardamu Akan Relokasi

Bandara Tardamu yang terletak di Pulau Sabu atau tepatnya di Desa Sabu Tardamu, Kecamatan Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan bandara meskipun untuk pengembangan bandara terkendala lahan karena berada di tengah pemukiman sehingga sulit untuk dikembangkan. Namun demikian, pengelola bandara tetap berupaya memaksimalkan pelayanan bandara.
Terkait pengembangan Bandara Tardamu, M. Arwin Shofiansyah selaku Kepala Bandara Tardamu menjelaskan bahwa bandara yang memiliki panjang runway 900 meter itu sudah tidak bisa dikembangkan lagi sehingga akan direlokasi. Meskipun Bandara Tardamu yang saat ini digunakan terkendala oleh lahan, namun tak menjadi hambatan bagi Arwin dan anggotanya untuk memberikan pelayanan prima terhadap pengguna jasa bandara. “Meskipun akan merelokasi bandara, tapi pelayanan di Bandara Tardamu tetap kami maksimalkan. Walaupun dalam keterbatasan, itu bukan hambatan bagi kami dalam melakukan pelayanan prima,” katanya.
Rencananya bandara baru Sabu ini akan direlokasi di Desa Elode, Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Rencana pembangunan bandara baru Sabu ini sudah ada sejak tahun 2010, namun karena Pemda yang kurang cepat dalam merespon sehingga relokasi ini pun belum terealisasikan. Tapi kini Pemda setempat telah memberikan dukungan penuh atas rencana relokasi bandara baru Sabu dengan menyediakan lahan seluas 80 hektar dan yang sudah disiapkan 40 hektar. “Pemda sudah sangat mendukung rencana relokasi Bandara Baru Sabu. Tapi saat ini rencana relokasi tersebut sedang dalam proses di Kementerian Perhubungan, masih ada yang disempurnakan sehingga SK relokasi belum turun. Rencananya tahun 2019 akan disempurnakan,” sambung Kabandara.

Kepala Bandara Tardamu M. Arwin Shofiansyah

Menurut Arwin, lokasi lahan yang akan digunakan untuk membangun Bandara Baru Sabu ini sangat representative karena di sekitar lokasi ini hanya terdapat sedikit pemukiman dan lahan pun flat serta pada ujung lahan tidak ada obstacle sehingga aman untuk penerbangan. Selain itu, lokasi bandara baru ini hanya berjarak 5 – 8 km saja dari kota. “Kami sudah melakukan study dan masterplan juga sudah ada, lokasinya sangat bagus dan representative juga lahan yang cenderung flat jadi untuk penerbangan ini sangat aman,” ujarnya.
Runway Bandara Baru Sabu ini rencananya akan dibangun sepanjang 2.250 meter x 45 meter dan dibangun sebanyak tiga tahap. Untuk tahap pertama rencananya runway akan dibangun sepanjang 1.800 meter x 30 meter sehingga bisa didarati oleh pesawat jenis ATR-72. “Demand penumpang di sini cukup tinggi, hanya saja jumlah penduduk yang sedikit jadi pembangunan bandara baru juga disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kebutuhannya,” ungkap Arwin.
Penerbangan dari dan ke Sabu saat ini dilayani oleh maskapai Susi Air yang tidak hanya melayani penerbangan perintis saja, tetapi juga melayani penerbangan reguler menuju Sabu, yakni hari Senin, Kamis, dan Sabtu rute Kupang – Sabu PP. Sedangkan untuk penerbangan perintis melayani rute Waingapu – Sabu PP yang terbang seminggu lima kali, yaitu hari Senin – Jumat. B

Counter check in
Ruang tunggu

Comment

BERITA TERKAIT