Bandara Mutiara SIS Al-Jufri : Operasional Semakin Membaik

Pasca gempa dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, pelayanan di Bandara SIS Al-Jufri Palu kini berangsur membaik. Hal ini dapat terlihat dengan beroperasinya pesawat jet narrow body di bandara tersebut pada 07 Oktober 2018.

Berdasarkan catatan jumlah penumpang yang diangkut dari dan ke Palu pada tanggal 07 Oktober 2018 sebanyak 2.535 orang, sedangkan pada tanggal 08 Oktober jumlah penumpang yang diangkut dari bandara tersebut meningkat sebanyak 3.023 orang, dan pada tanggal 09 Oktober 2018 sebanyak 2.973 orang.

Total penerbangan yang dilayani oleh Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu pada 08 Oktober 2018 mencampai 19 penerbangan yang terdiri dari 15 reguler flight, 1 charter flight, dan 3 extra flight. Sedangkan pada 09 Oktober 2018 penerbangan yang dilayani oleh bandara ini meningkat menjadi 21 penerbangan yang terdiri dari 18 reguler flight, 1 extra flight dan 3 extra flight.

Kondisi Terminal Keberangkatan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Terkini Pasca Gempa dan Tsunami

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno mengemukakan bahwa ia menyambut baik perkembangan tersebut dan pihaknya akan terus berupaya memperbaiki fasilitas dan meningkatkan layanan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu agar mendekati 100% seperti sebelum terdampak gempa dan tsunami. “Sesuai dengan prediksi kami, dengan beroperasinya pesawat jet komersial, operasional penerbangan akan lebih banyak. Begitupun jumlah penumpang akan meningkat tajam. Semoga ini bisa semakin mempercepat evakuasi, proses rehabilitasi & rekonsiliasi daerah Palu, Donggala & sekitarnya pasca musibah gempa dan tsunami beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Menurut Pramintohadi, progress perbaikan operasional di terminal Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sudah meningkat signifkan. Proses pelayanan penumpang di bandara itu juga sudah dapat berjalan lancar dan aman, counter check in dan belt conveyor bagasi hingga FIDS juga sudah berfungsi dengan normal, serta layanan lainnya seperti mushola dan toilet lantai satu serta ruang tunggu lantai satu yang juga sudah berfungsi dengan normal, sedangkan ruang tunggu keberangkatan lantai dua dalam tahap pembersihan reruntuhan dan identifikasi kondisi struktur bangunan.

 

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *