by

Bandara Sultan Hasanuddin : Tingkatkan Kebersihan dan Ketertiban

Sebagai bandara hub di Indonesia Timur serta sebagai gerbang udara utama masuk ke Sulawesi Selatan, pengelola Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar terus melakukan pembenahan kebersihan, baik di dalam terminal maupun di luar terminal, serta meningkatkan ketertiban di area pick zone dan drop zone. Hal ini dilakukan karena banyaknya penumpang di bandara tersebut yang sudah over capacity juga demi kenyamanan pengguna jasa bandara, baik pengantar maupun penjemput.
“Saat ini kami fokus terhadap kebersihan dan ketertiban karena hal tersebut juga menyangkut kenyamanan, keamanan penerbangan dan pengembangan bandara. Kalau bandaranya bersih, sudah pasti nyaman. Kalau tidak bersih, tidak nyaman,” ujar Wahyudi selaku General Manager Bandara Sultan Hasanuddin kepada awak Majalah Bandara beberapa waktu lalu.
Terkait keamanan bandara, pengelola Bandara Sultan Hasanuddin juga menggandeng TNI dan Polri untuk menjaga keamanan bandara agar tetap kondusif, serta melakukan sinergi dan koordinasi dengan Pemda dan instansi terkait lainnya. “Sinergi dan koordinasi adalah yang utama. Untuk keamanan dan pengembangan bandara, maka diperlukan sinergitas dengan Pemda juga instansi terkait lainnya,” sambung Wahyudi yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager di Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin Wahyudi

Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu bandara yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura I. Bandara ini memiliki dua runway, yakni runway 03 – 21 sepanjang 3.100 meter x 45 meter dan runway 13 – 31 sepanjang 2.500 meter x 45 meter. Movement pesawat di bandara itu dalam sehari mencapai 330 – 350 kali pergerakan dan pergerakan penumpang mencapai 12 juta per tahun, sedangkan kapasitas terminal saat ini dapat menampung tujuh juta penumpang per tahun. Meskipun over capacity, tetapi pelayanan di bandara itu juga terus ditingkatkan dengan menambah spot-spot menarik yang bisa dijadikan tempat favorit oleh pengunjung bandara untuk berswafoto. “Bulan Oktober rencananya terminal akan diperluas dan saat ini sedang dalam proses. Namun demikian, kami juga terus memaksimalkan pelayanan, seperti apapun keadaannya pelayanan prima harus tetap berjalan. Apa lagi ini adalah bandara hub untuk wilayah timur Indonesia dan banyak penumpang transit hingga berjam-jam. Selain itu, kami juga menampilkan Kapal Pinisi di bandara yang merupakan cerminan budaya daerah yang sebagian besarnya adalah nelayan. Kapal Pinisi di terminal menjadi tempat favorit pengunjung untuk melakukan swafoto, sehingga secara tidak langsung bandara ini tidak hanya menjadi tempat naik turun pesawat dan pusat bisnis saja, tetapi juga menjadi destinasi wisata digital yang instagramable,” tutup Wahyudi. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT