by

Yohanes R.Keraf : Pengabdian Jelang Purnabakti

Ditugaskan dimanapun juga, dilaksanakan oleh Yohanes R.Keraf dengan penuh tanggungjawab, dedikasi dan sukacita. Itu yang dipahami ayah lima anak dan kakek dua cucu ini saat memulai karir pertama di Bandara Tambolaka pada tahun 1981.
Lahir di Waiwejak, Kabupaten Lembata, 13 Oktober 1960, berbekal ijazah SMA, Yohanes memulai pengabdian selama 12 tahun di Tambolaka. Kemudian Yohanes ditugasi di Bandara Wunopito Lewoleba, sebagai kepala lapangan terbang perintis dari sejak 30 Juni 1993 – 23 Oktober 1995 ketika itu Wunopito masih status perintis. Lalu pada 23 Oktober 1995 – 27 Oktober 1999 Yohanes dipercaya sebagai Kepala Bandara Wunopito. Selama lima bulan dari 17 Februari 1999 – 22 Juli 1999, Yohanes ditunjuk sebagai Kepala Bandara Soa Bajawa. dan kembali dipercaya sebagai Kabandara H. Aroeboesman Ende pada 21 Juli 1999 – 19 Januari 2009.
Bandara Tambolaka dipimpin Yohanes lumayan lama yakni dari 19 Januari 2009 – 11 Januari 2016, lalu dipercaya menjadi Kabandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere sejak 11 Januari 2016 – 27 Juli 2018. Lalu dipercaya kembali memimpin Bandara Tambolaka pada 27 Juli 2018 sampai saat ini.
“Menjelang masa purna bakti, saya diberi kesempatan oleh pimpinan kembali ke Tambolaka, ini artinya pulang kampung. Saya akan lanjutkan apa yang sudah dirintis dua kabandara sebelumnya,” ujar Yohanes. B

Yohanes R. Keraf bersama Ketua Komisi V DPR RI dan Rombongan
Yohanes R. Keraf bersama Kapolsek Laura Kabupaten Sumba Barat Daya

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT