Pesawat Angkutan Haji Dinilai Layak Terbang

Kementerian Perhubungan menyatakan seluruh pesawat yang digunakan untuk angkutan haji 2018 layak terbang. Pernyataan ini didasari dari pengecekan langsung di lapangan (rampcheck) terhadap 29 pesawat dari total 31 armada yang digunakan angkutan haji 2018. Secara umum seluruh pesawat yang diperiksa dalam kondisi layak terbang.
Dari pengecekan itu diperoleh beberapa temuan. Namun, sebagian besar temuan tidak berpengaruh pada kelaikudaraan. Temuan yang mempengaruhi kelaikudaraan sudah direktifikasi dan pesawat sudah laik terbang dan beroperasi kembali.
Menurut siaran pers Kemenhub, inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di masing-masing embarkasi juga sudah melakukan rampcheck pesawat haji pada 16-20 Juli 2018. Rampcheck dilakukan guna suksesnya penyelenggaraan penerbangan haji 2018 sehingga dapat terlaksana dengan lancar, selamat, aman, dan nyaman. Dalam kurun waktu rampcheck khusus tersebut jumlah pemeriksaan dari 12 lokasi bandara adalah sebanyak 57 pemeriksaan dan pemeriksaan per individual sebanyak 29 pesawat.
Dengan diadakannya rampcheck ini maka para jamaah tidak perlu khawatir terkait keselamatan penerbangan. Keselamatan penerbangan Indonesia saat ini sudah berada pada level tertinggi dan diakui oleh dunia internasional baik itu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), FAA Amerika, dan Uni Eropa.
Pada penerbangan haji 2018, ada 511 kelompok terbang (kloter) yang menggunakan tiga jenis pesawat Garuda Indonesia. Sementara Saudi Airlines jenis 777, 330 dan 747 dengan total 31 pesawat yang digunakan selama masa angkutan haji. (*/B)

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *