Bandara Kualanamu Lima Tahun Mengabdi

Waktu berpacu seperti pesawat yang melaju kencang saat terbang. Rasanya kemarin masih di Bandara Polonia, tapi kenyataannya sudah lima tahun kita menikmati layanan sebuah Bandara Bintang Empat versi Skytrax yang terletak di Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Sesuai lokasinya, bandara baru itu diberi nama Bandara Internasional Kualanamu yang sekarang menjadi kebanggaan warga Deli Serdang dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya, serta tentu sebagai kebanggan bangsa Indonesia.
Saat itu, tepatnya Kamis 25 Juli 2013, Bandara Polonia, Medan, resmi ditutup untuk penerbangan sipil sejak pukul 00.00 WIB. Operasional bandara pindah ke Bandara Kualanamu di Deli Serdang. Penutupan Bandara Polonia ditandai dengan penyambutan kru dan penumpang pesawat yang mendarat terakhir di bandara itu sebelum pukul 24.00 WIB. Dua penerbangan terakhir itu adalah Lion Air tujuan Jakarta- Medan dan Air Asia yang mendarat sekitar pukul 23.30 WIB dan 23.50 WIB. Selanjutnya, seluruh pesawat yang terparkir di Bandara Polonia pindah ke Bandara Kualanamu dan mulai melayani penumpang per 25 Juli 2013.
Bandara Polonia kini tinggal kenangan. Bandara itu telah beroperasi sejak 1985 dengan kapasitas penumpang 900.000 orang. Dengan luas 2.900 meter persegi, bandara ini difungsikan sepenuhnya sebagai pangkalan udara yang kini dikenal sebagai Lanud Soewondo dan dikelola oleh TNI Angkatan Udara.
Rabu, 25 Juli 2018 lalu, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 3.750 meter x 60 meter itu genap berusia lima tahun. Tentu selama lima tahun kehadiran Bandara Kualanamu telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar bandara serta meningkatkan percepatan perekonomian daerah dan Nasional. Awal beroperasi di tahun 2013, Bandara Kualanamu melayani 8,3 juta penumpang dan terus mengalami lonjakan penumpang yang sangat signifikan, saat ini tidak kurang 10 juta penumpang yang dilayani oleh bandara tersebut.
Lima tahun mengabdi, sederet penghargaan internasional dan nasional pun berhasil diraih oleh Bandara Kualanamu, salah satunya adalah penghargaan internasional dari Skytrax sebagai bandara bintang empat. Sedangkan penghargaan nasional yang diraih adalah Sertifikat ISO 9001, Diamond Award, Sapta Pesona, Excellence Award Airport, Service Quality Award, Empat Bronze, Perusahaan Berseri, dan Penghargaan Pembayaran Pajak Tepat Waktu.

9 Penghargaan Bandara Kualanamu

Pergerakan Pesawat & Penumpang
Secara geografis, Bandara Kualanamu terletak di lokasi yang sangat strategis, yakni berada di sebuah provinsi yang merupakan lima provinsi terbesar di Indonesia dan memenuhi syarat sebagai bandara hub serta memiliki potensi yang luar biasa.
Berdasarkan catatan, pergerakan pesawat datang dan pergi di bandara ini dari tahun 2013 – 2018 mengalami kenaikan. Tercatat tahun 2013, baik penerbangan domestic dan mancanegara total sebanyak 70.461 atau 6,8%, tahun 2014 menurun menjadi 63.937 atau -9,3%, tahun 2015 menurun sebanyak 63.607 atau 0,5%, sedangkan di tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 70.050 atau 10,1%, tahun 2017 meningkat sebanyak 83.859 atau 19,7% dan bulan Maret 2018 sudah mencapai 20.609 pesawat datang dan pergi.
Sedangkan pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu dari tahun 2013 – 2018 juga mengalami kenaikan. Tahun 2013, penumpang datang dan pergi sebanyak 8.358.705 atau 4,6%, tahun 2014 sebanyak 8.059.796 atau -3,6%, tahun 2015 menurun menjadi 8.004.791 atau -0,7%, tahun 2016 pergerakan penumpang meningkat menjadi 8.987.110 atau sebanyak 12,3%, tahun 2017 meningkat menjadi 10.041.568 atau mengalami kenaikan sebanyak 11,7%, dan bulan Maret 2018, pergerakan penumpang datang dan pergi di bandara ini tercatat mencapai 2.650.899.
“Selama lima tahun ini peningkatan pergerakannya cukup signifikan, dan proyeksi kami dalam lima tahun ke depan bandara ini akan melayani tidak kurang dari 15 juta penumpang ” ujar EGM Arif Darmawan yang sebelumnya memimpin Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang dan Husein Sasatranegara.
Mengutip apa yang disampaikan Rhenald Kasali, bahwa perekonomian di kawasan Sumatera Utara dan sekitarnya terus bergerak naik, rumus sederhananya secara umum angka pertumbuhan industri penerbangan biasanya selalu dua kali lipat dari angka pertumbuhan ekonomi.

Kualanamu sebagai Bandara Hub

Untuk menjadi bandara hub, selain konektivitas antar penerbangan yang harus terpenuhi, beberapa persyaratan juga harus bisa dipenuhi agar aktivitas menunggu penerbangan lanjutan tidak terasa membosankan, tetap nyaman dan aman. Untuk para penumpang yang membutuhkan waktu istirahat yang cukup lama, Bandara Kualanamu akan segera dilengkapi dengan hotel bandara yang berada di dalam terminal. Hotel ini akan segera dioperasikan pada Bulan Agustus 2018 dan tersedia 100 kamar dengan fasilitas dan kenyamanan yang memadai. Selain itu, untuk para penumpang yang ingin sekedar melepas penat, Bandara Kualanamu juga dilengkapi rest area yang bisa dinikmati oleh para penumpang secara gratis. Fasilitas ini berada di ruang tunggu baik di area internasional maupun domestik.
Untuk mewujudkan bandara ini sebagai bandara hub, selain karena kebutuhan pasar atau konsumen, maka Pemerintah perlu secara konsisten untuk menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional. “Saya sangat sependapat dengan pandangan tersebut, bahwa membuka banyak bandara sebagai bandara internasional perlu pertimbangan yang bijak karena potensi penerbangan domestik akan terkikis secara perlahan dan tentunya diperlukan alokasi sumber daya pemerintah yang cukup besar di seluruh bandara internasional,” ungkap Arif.

EGM Bandara Kualanamu Arif Darmawan

Memberi Manfaat
Selain sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di wilayah barat dan simpul konektivitas antar daerah, kehadiran Bandara Kualanamu juga harus bisa mewakili PT Angkasa Pura II untuk mewujudkan salah satu peran yang diemban, yaitu sebagai agent of development. Keberadaan bandara harus memiliki dampak kepada kemajuan ekonomi daerah, baik yang bersifat langsung, tidak langsung, maupun sebagai katalisator untuk pertumbuhan investasi.
Berbagai inovasi dan kreatifitas pun kerap dilakukan oleh pengelola bandara untuk memberikan pelayanan terbaik tidak hanya kepada pengguna jasa bandara saja, tetapi merata hingga ke masyarakat luas merasakan manfaat kehadiran bandara melalui kegiatan CSR yang digalakan oleh pengelola bandara, yaitu Penyaluran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.Executive General Manager Bandara Kualanamu Arif Darmawan mengemukakan, waktu lima tahun ini merupakan awal bagi Bandara Kualanamu untuk bisa lebih baik lagi dalam melayani. Dalam lima tahun tersebut, sudah banyak hal yang dilakukan oleh Bandara Kualanamu dalam berkontribusi membangun serta mempercepat peningkatan perekonomian daerah dan nasional. “Kehadiran bandara juga harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai kegiatan CSR agar semua pihak bisa merasakan manfaat kehadiran bandara bagi kehidupan mereka sehari-hari,” katanya.
Arif menjelaskan lebih lanjut, Penyaluran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ini sudah dimulai sejak tahun 2014 hingga kini. Berdasarkan catatan, wilayah penyaluran Program Kemitraan di tahun 2014 adalah Kotamadya Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai. Tahun 2015 wilayah penyaluran meliputi Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Wilayah penyaluran tahun 2016 adalah Kotamadya Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Toba Samosir. Wilayah penyaluran tahun 2017 yaitu Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Di tahun 2018 ini, wilayah penyaluran Program Kemitraan adalah Kotamadya Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Toba Samosir.

Pemberian kaki palsu kepada penyandang cacat

Sedangkan untuk wilayah penyaluran Program Bina Lingkungan pada tahun 2014 adalah Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kota Pematang Siantar. Wilayah penyaluran tahun 2015 yaitu Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Taput. Tahun 2016 meliputi daerah Medan, Deli Serdang, Kabupaten Taput, dan Pematang Siantar. Wilayah penyaluran tahun 2017 yaitu Medan, Deli Serdang, dan Kabupaten Taput. Untuk tahun 2018 ini wilayah penyaluran adalah Medan dan Deli Serdang.
“Program ini bertujuan untuk membuat masyarakat Sumatera Utara bisa lebih kreatif juga inovatif menciptakan berbagai produk lokal juga lapangan kerjanya sendiri sehingga mengurangi jumlah pengangguran di Sumatera Utara. Sedangkan untuk dampak lainnya, yang secara langsung bisa dirasakan oleh lapisan masyarakat tertentu di sekitar bandara, sepanjang lima tahun Bandara Kualanamu beroperasi telah memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kaki palsu, operasi mata, bantuan pembangunan fasilitas lingkungan lainnya. Kami berharap dengan program ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar bandara. Selain program bina lingkungan, juga ada program kemitraan yang diharapkan mampu mengangkat kemampuan pengusaha kecil,” ungkap Arif. B

Executive General Manager Bandara Kualanamu Arif Darmawan bersama staf
Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *