Bandara Mathilda Batlayeri : Maksimalkan Pelayanan yang Ada

Semakin tingginya pertumbuhan penumpang di Bandara Mathilda Batlayeri di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, membuat pengelola bandara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas di bandara tersebut. Salah satunya adalah dengan membangun terminal baru agar dapat menampung penumpang lebih banyak lagi.
Kepala Bandara Mathilda Batlayeri Chairul Humam mengemukakan, terminal penumpang yang ada saat ini yakni seluas 1.440 meter persegi tersebut dapat menampung sekitar 144 penumpang. Rencananya, pembangunan terminal baru penumpang akan dibangun menjadi dua tahap dan akan dibangun seluas 7.000 meter persegi “Kalau mengacu pada masterplan, posisi terminal itu mundur ke sisi darat dan dibangun menjadi dua lantai. Pembangunan tahap pertama akan dibangun 4.000 meter persegi, lalu tahap kedua ditambah 3.000 meter persegi. Jadi, total luas terminal baru penumpang itu seluas 7.000 meter persegi,” katanya.
Menurut Humam, selain berencana membangun terminal baru, saat ini ia dan anggotanya juga sedang fokus memaksimalkan pelayanan yang ada serta merapihkan sisi darat terminal agar penumpang bisa lebih nyaman juga menambah fasilitas konsesi yang disewakan untuk berjualan sehingga bisa meningkatkan pendapatan bandara. “Terkait pelayanan, kami memaksimalkan yang ada. Yang kurang ditambah, yang rusak segera diperbaiki, yang bagus ditingkatkan dan dipertahankan. Selain terminal baru, pekerjaan yang saat ini kami lakukan adalah lebih perawatan bandara. Merapihkan yang ada biar penumpang bisa lebih nyaman berada di bandara ini,” ujarnya.
Meningkatnya pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri pun tidak terlepas dari dukungan Pemda Maluku Tenggara Barat yang telah membebaskan lahan seluas 350 hektar dan saat ini sedang berkoordinasi dengan BPN terkait pembuatan sertifikat. “Untuk pengembangan bandara, kami bersinergi dengan Pemda setempat. Koordinasi dan komunikasi tidak pernah putus. Alhamdulillah, lahan yang dibebaskan Pemda untuk pengembangan bandara sekarang dalam proses pembuatan sertifikat,” lanjut Kabandara. B

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *