Bandara Lasikin : Gerbang Pariwisata Simeulue

Keberadaan Bandara Lasikin kian dirasakan manfaatnya. Bandara ikut mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Di antaranya akses terhadap destinasi wisata kian mudah sehingga ekonomi berbasis wisata ikut bergairah.
Salah satu destinasi wisata andalan adalah Mahi-Mahi. Ada beberapa resort di sini yang terkenal Mahi-Mahi Resort Island dan Aura Resort Island. Di resort itulah para peselancar bisa beristirahat setelah melampiaskan hasrat berselancar. Mahi-Mahi dikenal sebagai surga selancar. Peselancar datang dari penjuru dunia, terutama dari Australia. Rata-rata pengeluaran mereka di Simeulue Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta dengan lama tinggal 2 minggu.
Obyek surving Mahi-Mahi merupakan tiga terbaik – Mahi-Mahi, Nias dan Mentawai – termasuk yang kelas dunia. Jalan ke Mahi – Mahi sudah bagus. Dari bandara akses sudah terbuka.
Bandara Lasikin adalah bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan merupakan UPBU Kelas III. Bandara ini terletak di Desa Lasikin, Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Bandara Lasikin juga merupakan salah satu bandara yang berada di pulau terluar. Kepala Bandara Lasikin, Taufik Adiguna mengemukakan, bahwa bandara tersebut tidak saja sebagai layanan transportasi udara. Tetapi juga merupakan kebutuhan bagi masyarakat setempat yang ingin keluar dari Pulau Simeulue.
Bandara Lasikin memiliki panjang landasan pacu 1.410 meter dan rencananya tahun ini akan diperpanjang 300 meter sehingga menjadi 1.710 meter. Saat ini, penerbangan ke Simeulue dilayani oleh maskapai komersil Wings Air yang terbang dengan rute Medan-Simeulue.
Wings Air terbang ke pulau itu setiap hari sebanyak satu kali dalam sehari. Rencananya, rute penerbangan akan ditambah dari Bandara Lasikin ke Bandara Sultan Iskanda Muda, Banda Aceh.
Selain itu, Susi Air terbang dari Banda Aceh ke Simeulue empat kali seminggu melalui Meulaboh dan Blangpidie. B

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *