by

Bandara Babo : Kini Masyarakat Dapat Menikmati

Bandara Babo, adalah salah satu UPBU Kelas III yang berada di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Bandara ini merupakan bandara peninggalan perang dunia kedua. Namun kini Bandara Babo tidak hanya sebagai sejarah masa lalu saja, tetapi kehadiran bandara itu memudahkan pergerakan orang di daerah tersebut yang ingin keluar dan masuk ke Babo.
Kepala Bandara Babo Warso mengemukakan, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1.300 meter x 30 meter itu tidak hanya melayani penerbangan perintis saja, tetapi juga melayani penerbangan charter perusahaan LNG, yaitu BP Indonesia. “Bandara Babo adalah satu-satunya UPBU Kelas III yang melayani penerbangan malam. Selain penerbangan perintis, bandara ini juga melayani penerbangan charter. Status bandara ini adalah on request, jika terjadi keadaan darurat di malam hari dan harus terbang pada saat itu juga kami siap melayani,” katanya.
Menurut Warso, sebelumnya penerbangan di Bandara Babo hanya dilayani oleh pesawat charter milik perusahaan yang disiapkan hanya untuk pegawainya saja, sehingga masyarakat Babo yang ingin keluar atau masuk dan menuju ke kota besar lainnya di Indonesia harus menyeberang laut dengan kapal cepat selama tiga jam ke Bintuni, setelah itu melanjutkan perjalanan darat menuju Manokwari selama delapan jam atau pesawat dari Bintuni ke Manokwari. Tentu perjalanan ini memakan waktu yang lama serta biaya yang tak sedikit. “Saya mulai bertugas di Babo tahun 2014, saat itu yang ada hanya penerbangan charter dari perusahaan LNG saja belum ada penerbangan perintis, sehingga masyarakat tidak bisa menikmati fasilitas transportasi udara di daerah ini. Dan saat itu saya dan anggota juga bekerja keras untuk menghadirkan penerbangan di bandara ini. Kerja keras kami tidak sia-sia, kini penerbangan perintis Susi Air sudah hadir di Bandara Babo dan terbang seminggu tiga kali, yaitu hari Senin, Rabu dan Jumat rute Manokwari – Babo PP. Meskipun seminggu tiga kali, tapi setidaknya fasilitas transportasi udara ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Tak dipungkiri, kehadiran penerbangan charter dari perusahaan itu membuat bandara menjadi ramai dan movement di bandara itu dalam sehari rata-rata sebanyak enam kali serta membantu keamanan di bandara pun menjadi lebih maksimal dengan melakukan patroli setiap tiga jam sekali. “Penerbangan charter perusahaan dilayani oleh Travira Air yang terbang setiap hari dengan rute Babo-Sorong-Manokwari-Biak PP dan Wings Air yang terbang seminggu tiga kali rute Sorong-Babo PP,” ujar Kabandara.
Di samping berupaya menghadirkan penerbangan di bandara itu, Warso dan anggotanya juga terus berupaya memaksimalkan pelayanan di bandara itu dan berdasarkan catatan, Bandara Babo adalah bandara Kelas III di Papua Barat yang memiliki PNBP tertinggi pada tahun 2017. “Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, tapi kami terus berupaya meningkatkan pelayanan bandara ini. Yang rusak segera diperbaiki dan yang kurang ditambahkan. Memaksimalkan yang ada,” tuturnya. B

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT