Kabupaten Muna Barat : Pogiraha Adhara di Negeri 1001 Pesona

Datanglah ke Muna Barat, tontonlah Pogiraha Adhara, niscaya akan terkagum-kagum akan kekayaan budaya. Pogiraha Adhara atau pertarungan kuda-kuda hanya salah satu dari keragaman budaya dan pesona Kabupaten Muna Barat di Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Muna Barat memiliki banyak objek wisata yang potensial untuk dikembangkan. Destinasi itu beragam, baik destinasi wisata bahari, wisata alam, wisata sejarah dan keanekaragaman budaya yang ada. Maka dari itu Kabupaten Muna Barat memiliki brand “Negeri 1001 Pesona”.
Terkait Pogiraha Adhara dijelaskan oleh Laode Sagala, Kasat Polisi Pamong Praja Kabupaten Muna Barat, yang dikenal sebagai salah satu keluarga pemilik kuda di Kabupaten Muna Barat, bahwa tradisi perkelahian kuda di Pulau Muna sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Kelompok pemilik kuda di Pulau Muna saat ini berada di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat.
Atraksi perkelahian kuda, kata Laode Sagala, dimulai dengan hadirnya dua kelompok kawanan kuda. Masing-masing kelompok memiliki kuda jantan sebagai pimpinan kawanan kuda tersebut. Di masing-masing kelompok itu juga ada kuda betina. Kemudian kuda betina di masing-masing kelompok dipertukarkan ke kelompok lain maka sontak kuda jantan dari dua kelompok tersebut menunjukkan kemarahan dan kemudian terlibat perkelahian sengit.
Perkelahian kuda dipimpin oleh beberapa pawang kuda dari pemilik kawanan kuda. Pawang diperlukan mengingat tenaga kuda yang begitu kuat dan terkadang kuda tersebut menjadi liar saat berkelahi. Laode Sagala sesekali juga menjadi pawang pengendali atraksi perkelahian kuda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat Abdul Nasir Kola menjelaskan bahwa atraksi perkelahian kuda di Kabupaten Muna Barat biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Lawa setelah Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Pemerintah Kabupaten Muna Barat menyajikan atraksi perkelahian kuda pada saat  Festival Budaya Muna Barat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna Barat tanggal 9 Oktober setiap tahun.
Demikian pula pada saat selesai upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI — setelah upacara tanggal 17 Agustus setiap tahun — juga dilanjutkan dengan atraksi perkelahian kuda.
Abdul Nasir Kola juga meyakini bahwa atraksi perkelahian kuda tersebut  merupakan atraksi yang cukup unik yang menjadi satu-satunya atraksi perkelahian kuda di Indonesia dan mungkin dunia. B

Bagikan Berita

One thought on “Kabupaten Muna Barat : Pogiraha Adhara di Negeri 1001 Pesona”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *