Bandara Award 2017 Menhub: Perlu Iklim Persaingan Sehat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan Bandara Award telah membangun kompetisi sehat sehingga terdorong untuk memperbaiki pelayanan di masing-masing bandara.
   Menurut Menhub, selama ini  pemerintah telah memberikan dorongan dan support kepada pada operator bandara agar mampu bersaing dalam iklim kompetisi yang sehat. Apalagi Bapak Presiden Joko Widodo selalu mengatakan  kita memang menjadi bagian dari negara-negara  di dunia ini sehingga harus memiliki daya saing.
“Oleh karenanya para rekan-rekan pemimpin bandara, maupun GM bandara jangan henti-hentinya melakukan improvisasi guna mendorong daya saing tersebut,” kata Menhub Budi Karya ketika memberikan sambutan pada acara penganugerahan penghargaan Bandara Award 2017 di Jakarta, Selasa ( 14 November 2017) lalu.
Kalau kita bisa membangun, lanjut Menhub, maka kita juga bisa merawat. Kalau kita bisa menampilkan bangunan yang cantik, maka kita juga harus memiliki kemampuan memberikan level of service yang baik.
Terkait kompetisi  ini, Menhub menghargai adanya kolaborasi pengelola bandara dan  bupati,  seperti yang disampaikan Bupati Kaimana. “Kita harus bersaing untuk menciptakan obyek-obyek wisata,” kata Menhub. Obyek wisata dan bandara tidak bisa dipisahkan untuk membangun daya saing. “Oleh karenanya saya juga minta kepada seluruh pengelola bandara, tentu didukung oleh Ditjen Perhubungan Udara,  untuk melakukan suatu supporting untuk daerah-daerah yang memiliki potensi wisata”. B

Merawat Bandara

Di sini (event Bandara Award) memang ada suatu klasifikasi bandara- bandara. Yang tergolong besar, seperti T3, mampu meraih penghargaan utama. Tetapi banyak bandara-bandara perintis yang perlu diperhatikan seperti Miangas di utara Indonesia. “Kita harus merawat bandara-bandara yang jauh terluar, terpinggir itu menjadi bandara terdepan kita”.
   Lebih lanjut Menhub berkata, “Dan kepada teman-teman dari Kementerian Perhubungan saya minta untuk memberikan perhatian karena di situlah kita tunjukkan bahwa kita memiliki NKRI yang utuh, yang memiliki kesatuan”.
Menhub menambahkan untuk yang sudah dikelola dengan baik, tidak berhenti membangun daya saing, tetapi harus terus menerus bersaing meningkatkan kualitas. Terkait hal ini Menhub mengapresiasi AP I dan  AP2 begitu semangat membangun, mengelola, dan memberikan level of service yang semakin baik. “AP II menembus angka 100 juta penumpang memberikan suatu tantangan bagi kita karena satu sisi secara finansial memberi harapan bagi kita, namun harus diingat adalah insan-insan sebagai objek akan menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Diingatkan oleh Menhub, kalau membuat satu kesalahan saja di bandara dalam waktu setengah jam informasinya sudah kemana-mana.  Oleh karenanya ini suatu tantangan yang baik bahkan seorang mengatakan tumbuhnya, berkembangnya bandara-bandara karena kritik semua orang, semua orang berpendapat.
   Kemudian kepada  penerima anugerah, Menhub berharap bisa  jadi penyemangat untuk mengembangkan bandara. “Saya juga menghargai teman-teman yang sudah gigih membangun bandara- bandara ini”.
Pada akhirnya Menhub memberikan apresiasi kepada Majalah Bandara dan Dewan Juri, Bupati, Walikota, Operator Bandara, dan jajaran di perhubungan udara, bahwa apapun yang dilakukan adalah demi Indonesia lebih baik.
“Indonesia yang memiliki daya saing, apabila semangat kita pupuk seperti ini dan semangat  kita tingkatkan juga, saya yakin Insyaallah negara kita dikagumi dan menjadi destinasi wisata dunia”. B

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *