by

Bandara Award 2017 : Survei Diselesaikan, Pemenang Segera Diumumkan

Tim Survei Bandara Award telah menyelesaikan tugas mereka. Tim telah melakukan perjalanan  ke penjuru Indonesia mulai dari Sabang, Provinsi Aceh  sampai ke ujung Timur Indonesia Merauke, Provinsi Papua, untuk mengedarkan kuisoner kepada para penumpang di setiap bandara yang dikunjungi. Selama perjalanan  dari  April sampai September 2017,  Tim  Survei  telah mengunjungi sedikitnya 100 bandara. Tidak saja di kota-kota besar, tetapi  sampai masuk ke bandara-bandara terpencil jauh di pelosok pedalaman dan bandara di pulau terluar Indonesia.
Pada awal April satu tim bergerak ke wilayah Sumatera bagian utara. Tim survei dibagi menjadi empat. Tim 1 berangkat dari Jakarta menggunakan transportasi darat menuju Pulau Sumatera. Tim kedua melakukan survei di tiga bandara yang berada wilayah Maluku. Dimulai dari Bandara Mathilda Batlayeri di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Bandara Pattimura di Ambon, dan Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara. Sedangkan tim ketiga melakukan survei di wilayah Kepri dan berlanjut tim ke empat melakukan survei di Sumatera melanjutkan perjalanan tim 1.
Hasil kuisoner dikumpulkan, kemudian diolah oleh satu Tim Juri yang telah ditunjuk. Para juri akan berdebat ketat  guna menentukan bandara  mana yang paling berhak untuk  mendapatkan  penghargaan bergengsi Bandara Award Tahun 2017.
Objek penilaian adalah bandara-bandara yang berada di Bandara Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU), bandara di bawah koordinasi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. “Semua bandara memililik hak yang sama untuk  keluar sebagai pemenang. Namun, bandara manakah  yang paling memenuhi persyaratan dan memenuhi kriteria untuk menyabet penghargaan  bergengsi  Bandara Award 2017, tergantung hasil survei tersebut,” kata Wita Anggraini, CEO Bandara Indonesia Grup, penyelenggara Bandara Award 2017.
Menurut Wita, selama perjalanan Tim Survei menyaksikan sendiri banyak terjadi perubahan pada setiap bandara yang dikunjungi. Perubahan itu  bisa dilihat dari adanya perbaikan sarana dan prasarana  fisik kebandaraan maupun pelayananan. Terlihat pengelola bandara  berlomba-lomba untuk  memberikan pelayanan yang berorientasi kepada  para calon penumpang pesawat, membuat rasa nyaman dan meningkatkan  keselamatan bagi penerbangan.
“Kami sangat dibantu oleh manajemen bandara yang kami survei. Mereka welcome,” kata Joni yang kali ini melakukan survei di antaranya ke Bandara Hang Nadim Batam. Joni dibantu dua orang staf demi kelancaran survei. Begitupun di bandara lain, bantuan mengalir semata-mata agar survei berjalan sukses.
Bantuan tersebut terasa meringankan tugas yang sejatinya berat. Misalnya, untuk menuju Sabang harus menggunakan kapal cepat menyeberangi lautan. Namun kelelahan di perjalanan terbayar oleh kebaikan pihak bandara. B

Comment

BERITA TERKAIT