by

GM The Sunan Hotel Retno Wulandari : Karier Melaju karena Suka Tantangan

-HOTEL-1,254 views

Retno Wulandari selama ini lebih dikenal sebagai praktisi public relations yang telah bekerja di dunia perhotelan kurang lebih 17 tahun, namun berangkat dari ke-PR-an itulah ia mencapai posisi general manager di hotel.
Bagi kalangan perhotelan, posisi ini dianggap puncak karier sebagai profesional hotel. Terlebih bagi Retno terasa istimewa karena puncak itu dicapai dengan latar belakang pendidikan ilmu hukum, bukan jebolan perhotelan atau pariwisata.
“Saya pernah ikut pendidikan advokat, tetapi lebih mencintai public relations,” kata Retno dalam perbincangan dengan Majalah Bandara. Maka dari itu ia merintis karier di hotel dari public relations. Dari sanalah naik menjadi Direktur DOS, sampai akhirnya GM.
Apa kiat suksesnya? “Yang penting kita suka tantangan,” kata perempuan berzodiac Scorpio. Seseorang yang suka tantangan maka saat diminta untuk posisi baru oleh manajemen, ia akan menempati posisi itu sebagai tantangan bukan beban.
Ia melakoni tantangan itu dengan kreativitas, bukan keluhan. Dari sini lahirlah berbagai jurus untuk memenangi persaingan. Misalnya, ia punya jurus untuk  tetap menjaga eksistensi The Sunan Hotel di tengah banyaknya hotel baru di kota Solo.
“Penguatan kampanye ‘Solo Ya Sunan’ jadi satu jawaban dengan banyaknya keragaman hotel di Kota Solo,” katanya. “Menguatkan satu identitas sendiri bahwa ketika mereka menginap di Kota Solo ya pilihannya adalah Sunan Hotel”. Retno menambahkan, bahwa The Sunan Hotel mengolaborasikan berbagai terobosan model bisnis baru.
Di luar profesinya sebagai GM sebuah hotel, ia juga dikenal sebagai dosen, Presiden IMA chapter Solo, aktivis sosial, pengisi talk-show radio, bahkan penulis buku.
Sebagai penulis, dua tahun lalu  ia me-launching karya bukunya berjudul Media Darling ala Jokowi: Menjadi Sosok yang Disukai Media, yang disajikan ke dalam 182 halaman. Retno mengungkapkan pertamanya tersebut bukan hanya menjadi medianya untuk berbagi pengalamannya, akan tetapi juga sebagai sarana berbagi kepada masyarakat luas, khususnya bagi para praktisi perusahaan dan akademisi komunikasi.
”Saya sudah hobi menulis sejak kecil. Terutama tulisan yang berbau gagasan, bukan fiksi. Saya ingin menghidupkan budaya baca dan tulis,” ungkapnya sembari membocorkan ia tengah mempersiapkan buku keduanya. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT