by

Presiden Jokowi : Puji Kebersihan Bandara Pangsuma

Dalam kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara di Badau Kabupaten Hulu Kapuas, Presiden Joko Widodo masuk ke wilayah itu melalui Bandara Pangsuma Putussibau.
Presiden Jokowi yang menggunakan pesawat kecil, yang juga didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melewati terminal kedatangan Pangsuma menyatakan bandara yang dekat ke perbatasan tersebut kebersihan dan fasilitas sudah bagus. “Bandara Pangsuma Ok ni bagus dan bersih,” ujar Presiden Jokowi kepada petugas Avsec di bandara tersebut.
Pujian Presiden Jokowi ini tentu membuat Kepala Bandara Pangsuma Hariyanto beserta jajaran merasa bangga dan puas diapresiasi kerja kerasnya dalam mengelola bandara yang menjadi pintu gerbang ke Putussibau dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Bandara Pangsuma Putussibau terus berbenah dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pengguna jasa angkutan udara. Manajemen bandara tersebut memfungsikan terminal yang baru selesai dibangun pada tahun lalu.
Dengan difungsikannya terminal baru bandara pangsuma Putussibau membuat sarana transportasi udara di daerah tersebut semakin ramai dan meningkat. Pembangunan gedung terminal yang baru itu dilakukan dalam tahun 2015.
Daya tampung gedung yang baru tersebut kurang lebih 200 penumpang, sehingga bila ada pesawat delay, maka penumpang dapat menunggu di ruang tunggu tanpa perlu harus berdesakan. B

 

Runway Pangsuma 1.800 x 30 m : Movement Empat Kali Sehari

Manajemen Bandara Pungsuma Putussibau Kapuas Hulu Kalimantan Barat terus melakukan pembenahan sarana dan membangun infrastruktur dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada setiap penumpang pesawat udara.
Kepala Bandara Pangsuma, Hariyanto, menjelaskan bahwa bandara tersebut saat ini memiliki panjang landasan 1.800 m x 30 m, sedangkan pergerakan pesawat mencapai empat kali dalam sehari.
Hariyanto menjelaskan bahwa dua maskapai kini melayani penerbangan dari Pontianak ke Putussibau. Kedua airlines tersebut adalah Kalstar Aviation dan Garuda Indonesia.
“Kalstar terbang satu kali menggunakan pesawat ATR, sementara Garuda juga sama satu kali pakai pesawat ATR juga, “ ujar Hariyanto didampingi Kasie Operasi Tehnik Sapruddin.
Dia mengemukakan bahwa pihak manajemen bandara terus melakukan pembenahan antara lain dengan melakukan overlay terhadap landasan pacu guna memberikan rasa kenyamanan kepada maskapai yang akan take off maupun landing. “Overlay baru saja selesai dilakukan pada 2016, “katanya.
Menurut dia, kehadiran bandara tersebut telah turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah setempat. “Potensi ekonomi daerah kini mulai digali, termasuk industri pariwisata, “ujarnya. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT