by

Moda Transportasi di Maluku Tenggara Barat Transportasi Udara Menjadi Pilihan

Semakin meningkatnya pergerakan pesawat di Bandara Mathilda Batlayeri membuat pengelola bandara terus meningkatkan fasilitas bandara dengan memperpanjang runway agar dapat didarati pesawat yang lebih besar.
Kepala Bandara Mathilda Batlayeri, Chairul Humam, mengemukakan bahwa perpanjangan runway tersebut dilakukan secara bertahap. Tahun ini runway akan diperpanjang dari 1641 × 30 meter menjadi 1850 x 30 meter, tahun 2018 runway akan diperpanjang menjadi 2000 x 45 meter.
“Perpanjangan landasan pacu itu dilakukan secara bertahap. Saat ini pesawat besar jenis ATR-72 saja yang bisa mendarat di Bandara Mathilda Batlayeri. Harapan saya, dengan diperpanjangnya runway menjadi 2000 meter, minimal pesawat jenis Bombardier CRJ1000 milik Garuda Indonesia bisa mendarat di Bandara Mathilda,” katanya pada awak Majalah Bandara saat berkunjung ke Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki belum lama ini.
Humam menjelaskan bahwa Pemda Kabupaten Maluku Tenggara Barat telah menyiapkan lahan seluas 350 hektar untuk pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri agar menjadi bandara yang besar.
“Pemda sangat mendukung pengembangan bandara, dan koordinasi kami dengan Pemda sangat intens untuk pengembangan bandara. Saat ini kami juga sedang fokus terhadap pengembangan infrastruktur bandara,” ujarnya.
Menurut dia, dengan beroperasinya bandara yang terletak di Jalan Mangkawar, Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat itu membuat harga tiket menjadi lebih murah, dan menggunakan moda transportasi udara bukan lagi menjadi barang mewah. “Masyarakat dari berbagai kalangan bisa menggunakan transportasi udara untuk keluar Saumlaki, seperti ke Ambon, “katanya.
Dia menjelaskan bahwa sebelum Bandara Mathilda Batlayeri beroperasi, penumpang pesawat udara masih menggunakan Bandara Olilit yang ditutup pada tahun 2014. Harga tiket dari Saumlaki ke Ambon sangat tinggi.
Sedangkan kalau menggunakan kapal laut dari Saumlaki ke Ambon itu dapat menghabiskan waktu 2 hari 2 malam dan jadwal kapalnya pun tidak tentu. “Kini, transportasi udara menjadi pilihan untuk melakukan perjalanan keluar Saumlaki,” tuturnya. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT