by

Bandara Rembele Takengon : Percepat Pertumbuhan Ekonomi Aceh Wilayah Tengah

Kehadiran Bandara Rembele Takengon Aceh Tengah berdampak positif kepada peningkatan pertumbuhan perekonomian di daerah setempat karena arus lalulintas angkutan udara semakin lancar.
Kepala Bandara Rembele, Yan Budianto, mengemukakan bahwa semenjak beroperasi bandara tersebut, maka perdagangan Kopi Gayo yang dihasilkan oleh Andalan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, semakin lancar dan menyebar di seluruh nusantara.
Tahun 2018 direncanakan pembangunan terminal kargo untuk mengangkut hasil pertanian terutama kemasan kopi arabika.
“Transportasi logistik kini semakin lancar dan angkutan penumpang dari dan ke daerah tersebut juga semakin lancar, sehingga perekonomian daerah setempat semakin hidup dan berkembang, “kata Yan Budianto, didampingi oleh Kasubsi Teknis Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat dan Kasubag Tata Usaha Bandara Rembele M. Amin.
Dia mengemukakan bahwa potensi ekonomi daerah Aceh Wilayah Tengah sangat besar karena daerah itu penghasil utama kopi arabika yang sudah terkenal sampai ke luar negeri. “Kopi Arabika Gayo tersebut kini semakin dikenal di seluruh nusantara dan internasional karena lancarnya transportasi udara setelah adanya bandara Rembele, “ katanya.
Penyebaran Kopi Gayo ke seluruh nusantara tersebut, katanya didukung oleh maskapai Lion Air, yang terkenal dengan Lion Paket. “Semua komoditas andalan Aceh Wilayah Tengah seperti Kopi Gayo diangkut menggunakan pesawat udara, “katanya. B

 

Runway Rembele 2.250 Meter

Bandara Rembele, Takengon Aceh Tengah Provinsi Aceh kini berkembang pesat setelah dilakukan pembenahan dengan memperpanjang runway menjadi 2.250 x30 m, sehingga bisa didarati oleh pesawat berukuran besar seperti Boeing 737.

Kepala Bandara Rembele, Yan Budianto, menjelaskan bahwa bandara tersebut sebenarnya termasuk kecil, masuk kategori bandara Kelas III. Akan tetapi fasilitas landasannya sudah masuk kategori Kelas I karena panjang runwaynya mencapai 2.250 x 30 m.
Bandara Rembele memiliki sejarah dan ada keterkaitannya dengan Presiden Joko Widodo. “ Jauh sebelum menjadi presiden, Joko Widodo pernah bekerja selama dua tahun di Aceh Tengah, “ ujar Yan Budianto.
Ketika terpilih menjadi presiden, katanya, Jokowi mendorong pembangunan bandara Rembele. “Dulu Bandara Rembele itu dalah bandara kecil, penerbangan dari dan ke bandara tersebut hanya 3 kali seminggu, kadang –kadang tidak ada penerbangan, “ujarnya.
Setelah dilakukan pembenahan dan pembangunan bandara, maka sekarang setiap hari selalu ada penerbangan yang dilayanai oleh maskapai Wings Air. “Potensi ekonomi daerah Aceh Tengah sangat bagus, pariwisatanya terkenal, “katanya.
Akses menuju daratan tinggi Gayo yang dahulu masih terbatas untuk wisatawan, kini mulai teratasi. Biasanya jika melalui jalur darat memakan waktu tempuh kurang lebih enam jam dari Banda Aceh dan delapan jam dari Medan. Kini, wisatawan dapat melalui jalur udara dengan diresmikannya Bandara Rembele oleh Presiden Jokowi, pada tahun 2016.
Bandara Rembele berada di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Bandara yang sudah dapat didarati oleh pesawat sebesar Boeing 737 ini, memiliki luas terminal penumpang 1.000 m, dan mampu menampung sekitar 200.000 penumpang per tahunnya. B

 

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT