by

Bandara Rendani : Promosikan Pariwisata Manokwari

Tidak dapat dipungkiri, bahwa dengan keberadaan bandara pada suatu daerah mampu membuat perekonomian daerah tersebut semakin menggeliat karena bandara merupakan gerbang utama untuk masuk ke suatu daerah, terutama daerah yang tidak bisa ditempuh melalui jalur darat maupun laut.
Dengan adanya bandara, tentu dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi atau mengembangkan usahanya di daerah tersebut. Begitu pula dengan keberadaan Bandara Rendani.
Bandara Rendani adalah bandara yang terletak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Bandara ini berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Bandara Rendani saat ini masih menggunakan runway dengan panjang 2.000 x 45 meter dan apron dapat menampung enam pesawat besar jenis boeing dan 5 pesawat kecil jenis twin otter.
Kepala Bandara Rendani, Wahyu Anwar mengemukakan, bahwa bandara itu dalam sehari memiliki movement sebanyak 30-36 kali. “Movement dalam sehari ada 30-36 kali. Runway masih 2000 meter, tapi rencana perpanjangan runway tahun ini baru pembebasan lahan oleh Pemda Manokwari,” katanya saat bertemu dengan tim Majalah Bandara belum lama ini di kantornya.
Menurut Wahyu, dengan adanya bandara besar di suatu daerah, sudah pasti kotanya pun maju. Dengan demikian, perekonomian daerah tersebut pun ikut menggeliat. “Bandaranya besar, kotanya pun pasti maju. Dengan support Pemda terhadap perkembangan bandara, tentu dapat menarik perhatian investor untuk masuk dan mengembangkan usahanya di daerah tersebut. Karena bandara besar, transportasi udara lancar memudahkan para investor untuk datang ke daerah itu,” ujarnya.
Manokwari, kata Wahyu, memiliki banyak pariwisata yang menarik, hanya saja kurang dipromosikan oleh Pemda setempat. “Saat ini, pihak bandara yang lebih banyak mempromosikan pariwisata Manokwari seperti Pantai Pasir Putih dan Mansinam yang merupakan tempat wisata spritual.
“Kalau pariwisatanya banyak dikunjungi oleh wisatawan, tentu jumlah penumpang di bandara pun semakin ramai. Karena bandara ini gerbang utama untuk masuk ke tempat pariwisata tersebut,” ujarnya. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT