by

Bandara Oksibil : Movement Mencapai 60 Kali

Kepala Bandara Oksibil, Frits J. Ayomi mengemukakan maskapai Trigana Air menggunakan pesawat jenis ATR-72 serie 200 akan melayani penerbangan kargo dengan rute Jayapura – Oksibil (PP) mulai 27 Maret 2017.
Saat ini, kata Frits, Trigana Air dengan pesawat jenis ATR 42-300 sudah melayani angkutan kargo lebih dulu dengan rute Jayapura – Oksibil – Tanah Merah – Oksibil. Sedangkan Trigana Air dengan pesawat ATR 42-500 khusus untuk menerbangkan penumpang dengan rute Jayapura – Oksibil yang terbang setiap hari. Di samping itu, Bandara Oksibil juga melayani 6 rute penerbangan perintis serta penerbangan tidak berjadwal atau carter dari Jayapura – Oksibil, Oksibil – Tanah Merah – Oksibil yakni maskapai Dimonim Air, Yajasi, Alda Air, Susi Air, Ama Air, dan Adventis.
“Saat ini penerbangan kargo berjadwal dilayani oleh maskapai Trigana Air dengan pesawat ATR 42-300. Sedangkan Trigana Air khusus penumpang menggunakan pesawat ATR 42-500,” katanya saat bertemu dengan awak Majalah Bandara beberapa waktu lalu di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa movement di Bandara Oksibil dalam sehari mencapai 60 pergerakan pesawat yang datang dan pergi. “Bandara Oksibil juga melayani penerbangan perintis yang tidak berjadwal seperti carter yang terbang ke bandara perintis yang berada di sekitar Oksibil,” tuturnya.
Bandara Oksibil merupakan bandara yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Saat ini Bandara Oksibil sedang melakukan pengembangan bandara dengan memperpanjang landasan pacu dari 1350 meter x 30 meter menjadi 1600 meter x 30 meter sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan perpanjangan landasan pacu seluruh bandara di Indonesia ditingkatkan menjadi 1600 meter untuk dapat didarati oleh pesawat jenis ATR 72-600. “Rencananya tahun ini sudah siap untuk diaspal, dan bisa beroperasi tahun 2018,” ujar Frits.
Frits menjelaskan lebih lanjut, di samping itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang saat itu dijabat oleh Suprasetyo melalui Sekretaris Jenderal Perhubungan Udara M. Praminto Hadi memberikan perhatian bagi kepentingan pelayanan penerbangan di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan menambah jumlah penerbangan dari maskapai Wings Air jenis ATR 72-600 untuk melayani penerbangan komersil.
Menurut Frits, adanya bandara itu tidak saja memudahkan masyarakat setempat untuk menuju daerah lainnya yang hanya bisa diakses menggunakan transportasi udara. Tetapi, menurut dia, perekonomian di daerah tersebut pun kini semakin menggeliat.
Letak bandara pun berada di lokasi yang sangat strategis, yakni hanya berjarak 1 Km dari Kota Oksibil dan berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini yang juga dapat ditempuh dengan jalur darat. B

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT