by

Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin : Simulasi Penerbangan Internasional

Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin, Belitung melakukan simulasi pelaksanaan prosedur penerbangan internasional. Simulasi tersebut melibatkan Bea Cukai, Imigrasi, dan karantina serta bekerjasama dengan maskapai Garuda Indonesia yang terbang dari Jakarta menuju Tanjung Pandan.
Kepala Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin, Anies Wardhana, mengemukakan, bahwa simulasi yang dilakukan di terminal bandara yang memiliki panjang runway 2500 meter tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.
“Simulasi CIQ (Custom Imigration Quarantine) hari ini berjalan dengan baik meskipun masih ada beberapa catatan untuk operasional yang sesungguhnya. Kita akan terus evaluasi dan perbaiki performa yang sudah ada sampai dengan detik peresmiannya, sehingga bandara ini siap sepenuhnya melayani penerbangan internasional,” katanya.
Simulasi tersebut juga dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Nailul Humam, dan personil dari Ditjen Perhubungan Udara serta instansi terkait lainnya.
Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin diresmikan menjadi bandara internasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 856, 22 Desember 2016.
Anies menjelaskan bahwa saat ini sudah ada maskapai yang berminat untuk melayani penerbangan internasional dengan rute Jakarta – Tanjung Pandan – Kuala Lumpur. “Maskapai itu akan melayani penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dari Tanjung Pandan,” ujar Anies.
Dalam sehari bandara ini memiliki movement sebanyak 13 kali. Pesawat yang terbang dari dan ke bandara ini yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Nam Air, Lion Air, dan Wings Air.
Sebagai bandara internasional, Bandara H.A.S Hanandjoeddin Belitung didukung oleh pariwisata dengan keindahan alam dan pantai yang merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi ini. B

Comment

BERITA TERKAIT