Maskapai Jetstar : Tingkatkan Arus Wisman Australia

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Information

Deputi Menteri Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana menjelaskan nama besar Jetstar Grup memang sangat dibutuhkan Indonesia. Maklum, saat ini, Jetstar tercatat sebagai salah satu maskapai asing terbesar yang beroperasi di Indonesia.
Jetstar Airways yang bermarkas di Australia dan Jetstar Asia yang bermarkas di Singapura setiap tahunnya mengangkut 1,4 juta penumpang dari dan ke enam kota di Indonesia.
“Diperlukan total collaboration. Selain semua pihak tadi, kita masih butuh support maskapai Low Cost Carrier seperti Jetstar Grup untuk mensupport akses udara ke sejumlah destinasi di Indonesia,” kata Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.
VJ, panggilan akrab Vinsensius Jemadu  menerangkan, Jetstar Airways telah menjadi maskapai asal Australia terbesar yang terbang ke Bali dengan sekitar 60 penerbangan per minggu, dari 8 kota di Australia. Dalam 10 tahun terakhir, Jetstar meningkatkan kunjungan wisman Australia sebanyak 55 kali lipat.
Pria asal Nua Tenggara Timur ini optimis Jetstar bisa membantu membawa lebih banyak turis Australia ke sejumlah destinasi menarik di Indonesia. “Saya percaya mereka akan bisa membawa lebih banyak turis Australia ke sejumlah destinasi di Indonesia. Ini akan berimbas sangat positif karena rata-rata pegeluaran turis Australia selama di Bali adalah USD 1.200. Itu hanya untuk akomodasi, makanan, serta pengeluaran lain,” ungkapnya.
Jumlah wisman Australia ke Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam kurun waktu satu tahun, dari 2015 ke 2016 mengalami peningkatan sebesar 14 persen. Karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan airlines melalui joint promotion dan insentif untuk membuka rute penerbangan selain Bali dan Jakarta, demi memperluas akses wisman Australia ke destinasi di Indonesia selain Bali. B