Kadispar Provinsi Papua

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Rizki Indriyanah dan Istimewa on . Posted in Information

Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan banyak potensi pariwisata di Papua yang belum digarap dengan optimal. Berada di paling timur Indonesia, Papua menawarkan berbagai jenis pariwisata, dari kemurnian alam, tumbuhan dan hewan, budaya dan tradisi, bahari,  bahkan gaya hidup dari masyarakat Papua yang terdiri dari berbagai etnies dan suku, serta pegunungan hijau, lembah-lembah yang indah hingga pegunungan salju abadi berada di Papua dan menjadi keunikan tersendiri daerah itu.
Di Papua terdapat 271 bahasa daerah yang terbagi menjadi tujuh wilayah adat yang tersebar dari Papua hingga Papua Barat. Dua wilayah adat berada di Papua Barat, sedangkan lima wilayah adat berada di Papua, yaitu Wilayah Adat I berada di Mamta dan terdapat 87 suku, Wilayah Adat II terdapat di Sareri dengan 31 suku, Wilayah Adat III berada di La Pago dan terdapat 19 suku, Wilayah Adat IV berada di Ha Anim dan terdapat 29 suku, serta Wilayah Adat V yang berada di Mi Pago dan terdapat 11 suku.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Yoseph Is Matutina mengemukakan, bahwa pariwisata di Papua saat ini masih dalam tahap membangun, karena luasnya wilayah Papua dan sulitnya akses menuju daerah tersebut. “Wilayah Adat II Sareri di Biak, adalah salah satu wilayah adat yang sedang kami kembangkan. Sebagai wisata bahari, Biak memiliki laut yang indah dan jernih serta pasir putihnya yang lembut,” katanya.
Menurut Yoseph, pariwisata itu pilihan. Setiap wisatawan yang berwisata memiliki pilihan masing-masing ingin berwisata kemana, oleh karena itu Dinas Pariwisata Provinsi Papua terus membangun serta membenahi diri dan mengoptimalkan potensi pariwisata yang terdapat di Papua agar tak lagi tertinggal. Salah satunya adalah dengan melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih, seperti membuat website yang berisi tentang informasi mengenai pariwisata Papua, sehingga memudahkan wisatawan menemukan obyek wisata apa yang ingin mereka kunjungi di Papua. “Selain membenahi diri, kami juga mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mengenalkan potensi wisata apa saja yang terdapat di sini,” ujarnya.
Di samping membangun pariwisata, saat ini Pemda Papua juga sedang mempersiapkan PON 2020. Dengan terpilihnya Kota Jayapura sebagai lokasi diselenggarakannya PON 2020, maka pariwisata yang berada di sekitar lokasi PON diselenggarakan pun terus ditingkatkan. “PON 2020 adalah moment yang tepat untuk mempromosikan dan meningkatkan pariwisata Papua,” tutup Yoseph. B

Kabupaten Muna Barat : Pogiraha Adhara di Negeri 1001 Pesona

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok Muna Barat on . Posted in Information

Datanglah ke Muna Barat, tontonlah Pogiraha Adhara, niscaya akan terkagum-kagum akan kekayaan budaya. Pogiraha Adhara atau pertarungan kuda-kuda hanya salah satu dari keragaman budaya dan pesona Kabupaten Muna Barat di Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Muna Barat memiliki banyak objek wisata yang potensial untuk dikembangkan. Destinasi itu beragam, baik destinasi wisata bahari, wisata alam, wisata sejarah dan keanekaragaman budaya yang ada. Maka dari itu Kabupaten Muna Barat memiliki brand “Negeri 1001 Pesona”.
Terkait Pogiraha Adhara dijelaskan oleh Laode Sagala, Kasat Polisi Pamong Praja Kabupaten Muna Barat, yang dikenal sebagai salah satu keluarga pemilik kuda di Kabupaten Muna Barat, bahwa tradisi perkelahian kuda di Pulau Muna sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Kelompok pemilik kuda di Pulau Muna saat ini berada di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat.
Atraksi perkelahian kuda, kata Laode Sagala, dimulai dengan hadirnya dua kelompok kawanan kuda. Masing-masing kelompok memiliki kuda jantan sebagai pimpinan kawanan kuda tersebut. Di masing-masing kelompok itu juga ada kuda betina. Kemudian kuda betina di masing-masing kelompok dipertukarkan ke kelompok lain maka sontak kuda jantan dari dua kelompok tersebut menunjukkan kemarahan dan kemudian terlibat perkelahian sengit.
Perkelahian kuda dipimpin oleh beberapa pawang kuda dari pemilik kawanan kuda. Pawang diperlukan mengingat tenaga kuda yang begitu kuat dan terkadang kuda tersebut menjadi liar saat berkelahi. Laode Sagala sesekali juga menjadi pawang pengendali atraksi perkelahian kuda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat Abdul Nasir Kola menjelaskan bahwa atraksi perkelahian kuda di Kabupaten Muna Barat biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Lawa setelah Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Pemerintah Kabupaten Muna Barat menyajikan atraksi perkelahian kuda pada saat  Festival Budaya Muna Barat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna Barat tanggal 9 Oktober setiap tahun.
Demikian pula pada saat selesai upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI -- setelah upacara tanggal 17 Agustus setiap tahun -- juga dilanjutkan dengan atraksi perkelahian kuda.
Abdul Nasir Kola juga meyakini bahwa atraksi perkelahian kuda tersebut  merupakan atraksi yang cukup unik yang menjadi satu-satunya atraksi perkelahian kuda di Indonesia dan mungkin dunia. B

Erik Aditama : Banyak Belajar dan Bertanya tentang Dunia Penerbangan

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto dok Erik Aditama on . Posted in Information

Erik Aditama, ayah dari tiga orang anak ini semakin memantapkan diri bekerja di Bandara Hang Nadim, Batam, sebagai Manager of Terminal Passenger. Sebelum bergabung di BUBU Hang Nadim pada tahun 2016 lalu, Erik telah lama bekerja di BP Batam di bagian Biro SDM.
Dari administrasi lalu ke bagian operasional, tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi Erik tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang penerbangan. Tetapi kemauan yang keras, banyak belajar dan banyak bertanya tentang dunia penerbangan, membuat pria asli Palembang ini mampu bertahan bekerja di Bandara Hang Nadim melayani calon penumpang pesawat yang akan berangkat maupun yang datang dan menggunakan jasa bandara itu. “Saya bisa bergabung dengan BUBU Hang Nadim itu tahun 2016 dengan mengikuti seleksi. Saya bersyukur bisa mendapatkan posisi ini. Meskipun basic pendidikan saya Ekonomi, tapi saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dapat memberikan kontribusi pelayanan lebih baik lagi kepada pengguna jasa bandara,” kata pria kelahiran 41 tahun silam.
Erik mengaku, bahwa awal ia bekerja di Bandara Hang Nadim, ia sempat ingin menyerah bekerja di bandara karena belum terbiasa bekerja di bagian operasional. Namun ia kembali meyakinkan dirinya, bahwa ini adalah jalan yang sudah ia pilih. Mau tidak mau harus dijalani. “Kalau bekerja di bagian administrasi setiap masalah yang ada diselesaikan satu per satu. Tapi kalau di bagian operasional itu, masalah yang satu belum selesai, kemudian datang lagi masalah baru. Awalnya memang cukup berat. Tapi saya meyakinkan diri, bahwa saya bisa,” ujarnya.
Lambat laun pria yang hobby traveling dan kuliner ini pun mulai mencintai pekerjaannya karena setiap hari ia bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan yang memiliki tujuan sama, yaitu menggunakan jasa bandara untuk melakukan perjalanan dengan transportasi udara. Semangatnya yang tinggi membuat ia tak sungkan untuk belajar agar dapat memiliki kompetensi terkait bidang penerbangan dan pelayanan bandara. “Sekarang sudah lebih baik. Yang penting kita mau bekerja keras, tidak malu untuk belajar dan bertanya, pasti kita bisa,” tutur Erik.
Semangatnya yang tinggi dalam diri Erik, membuat ia bertekad untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi BUBU Hang Nadim terkait pelayanan, kebersihan dan kenyamanan penumpang. “Saya yakin, dengan manajemen baru BUBU Hang Nadim, pelayanan dan kebersihan terminal akan meningkat sehingga penumpang pun nyaman berada di bandara ini,” tambah Erik. B

Mohamad Khusnudin : Sukses Berawal dari Ternak Kambing

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto Istimewa on . Posted in Information

Mengawali karir sebagai Teknisi Listrik Penerbangan di Bandara Haluoleo, Kendari, pada tahun 2003, tak Membuat M. Khusnudin berpuas diri. Pria kelahiran Kebumen 40 tahun silam ini memiliki semangat yang menggebu untuk terus lebih baik.
“Saya bukan terlahir dari keluarga yang berada. Oleh karena itu, saya bekerja keras untuk anak dan istri saya agar dapat hidup lebih baik,” kata Khusnudin.
Masa kecil ayah dari tiga orang anak ini dilewati dengan penuh perjuangan. Untuk membiayai pendidikannya, Khusnudin berternak kambing. Dari hasil ternak tersebutlah ia gunakan untuk biaya pendidikannya.  “Orang tua saya tidak memiliki biaya untuk sekolah. Waktu itu saya dibelikan seekor kambing oleh Ayah saya. Dari seekor kambing itu saya bisa melanjutkan pendidikan menengah pertama, SMA hingga perguruan tinggi,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara.
Dari seekor kambing tersebut, mimpi Khusnudin untuk bisa masuk STPI pun akhirnya terwujud. Semangat yang dimiliki Khusnudin patut diacungi jempol. Seperti apapun keadaannya ia tak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Khusnudin berhasil menyelesaikan pendidikannya di STPI jurusan Pendidikan Teknik Listrik pada tahun 2002. Tidak hanya beternak kambing saja. Demi membiayai pendidikannya, Khusnudin pun pernah bekerja di sebuah toko di Kebumen dan Semarang.
Hasil kerja keras Khusnudin kini membuahkan hasil. Dari seekor kambing, kini ia dipercaya mengemban tugas sebagai PPK di Bandara Sugimanuru, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Meskipun anak dan istri tercinta berada di Kendari, tapi tak menyurutkan semangat pria pekerja keras ini dalam bertugas. “Saya sudah dua tahun bertugas di Bandara Sugimanuru. Saya adalah type orang yang kalau sudah bekerja tidak ingat waktu. Tapi saya sangat mencintai anak dan istri saya. Setiap hari Sabtu dan Minggu, selalu saya usahakan pulang ke Kendari untuk berkumpul bersama mereka,” ungkap Khusnudin. B

Theresia Ebenna Ezeria Pardede : Inspirator Hijrah

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Information

Lama menghilang dari industry musik, kini Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau yang dikenal Tere hadir dengan penampilan yang beda. Tepat 01 Januari 2017, perempuan cantik kelahiran 02 September 1979 ini memutuskan untuk berhijrah dan menggunakan hijab.
Tere mengungkapkan, bahwa keputusannya menggunakan hijab mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya dan menggunakan hijab adalah keputusan yang final bagi dirinya. “Menggunakan hijab adalah keputusan Illahi. Saya ingin menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi dan sampai akhir hayat khusnul khatimah,” kata Tere saat ditemui di acara Sistehoodgigs Movement beberapa waktu lalu.
Berhijab bukan berarti berhenti berkarya. Hingga saat ini, Tere masih tetap bermusik, meskipun tak lagi tampil di depan layar, Tere lebih menikmati perannya di belakang layar karena lebih cocok dengan karakter dirinya. “Bermusik itu mengedepankan audio bukan fisik. Kalau lagunya enak, dengarkan lagunya. Karena musik itu kan sifatnya mubah, kalau baik menjadi halal, tapi kalau berisi konten yang tidak baik, maka menjadi haram. Hukum bermusik itu tergantung pada pesan yang disampaikan, apa yang diinspirasikan dari lagu tersebut,” ujarnya.
Hijrah yang dijalani Tere tidak hanya memberikan kebaikan pada dirinya, tetapi juga telah menginspirasi banyak orang untuk berhijrah dan menjalani hidup lebih baik lagi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tere kini menjadi inspirator hijrah kaum muslimah. “Saat ini lagi pingin buat konsep  untuk supporting proses hijrahnya muslimah, sambil sharing dan dijalani,” lanjut Tere.
Pelantun lagu ‘Awal yang Indah’ itu tidak hanya menjadi inspirasi kaum muslimah saja. Komitmennya terhadap musik ia tunjukkan dengan menggerakkan musisi perempuan dalam Sisterhoodgigs Movement yang didirikan pada 28 Oktober 2014. Sisterhoodgigs Movement merupakan komunitas atau tempat berkumpulnya musisi perempuan dari berbagai genre musik.
Setelah melalui pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama dengan Universitas Trisakti pada tahun 2015 lalu, Tere juga resmi dikukuhkan menjadi Konsultan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Menjadi Konsultan HAKI, menurut Tere adalah untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesadaran HAKI dan menjadi professional yang membantu fasilitasi pendaftaran berbagai spectrum HAKI, seperti Hak Cipta, Merek, Desain Industri, Paten, Indikasi Geografis, rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu. “Menjadi Konsultan HAKI bagi saya adalah cara yang paling tepat untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, bahwa di era digital ini sudah saatnya untuk mengandalkan kekayaan intelektual dalam membangun negeri. Karena jika kita terus bertumpu pada kekayaan alam yang sifatnya tidak terbarukan, kita tidak bisa mewariskan kebaikan untuk anak cucu kita. Sebaliknya, hak kekayaan intelektual justru memberikan banyak sekali dampak positif bagi masa depan generasi,” jelas Tere. B