Bandara Tunggul Wulung : Base Operation Flying School

Ditulis oleh Teks dan Foto Rizki Indriyanah on . Posted in Domestic

Semakin meningkatnya antusias masyarakat Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, terhadap transportasi udara membuat pengelola Bandara Tunggul Wulung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bandara yang terletak di Jalan Tritih Jeruk Legi, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
“Pemda Kabupaten Cilacap sangat mendukung adanya moda transportasi udara karena dapat mempersingkat waktu tempuh yang dari Cilacap menuju kota besar lainnya, seperti Jakarta. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengembangkan bandara ini,” kata Denny Ariyanto selaku Kepala Bandara Tunggul Wulung.
Selain melayani penerbangan komersil, Bandara Tunggul Wulung juga merupakan base operation dari lima Flying School, di antaranya adalah Deraya Flying School, Ganesha Flying School, Perkasa Flying School, Alfa Flying School, dan STPI. Berdasarkan catatan, pergerakan pesawat datang bukan niaga di bandara ini pada tahun 2016 sebanyak 8.450 dan pesawat berangkat bukan niaga sebanyak 8.489. Sedangkan tahun 2017, pergerakan pesawat datang bukan niaga sebanyak 7.776 dan pergerakan pesawat berangkat bukan niaga sebanyak 7.784. Di mana jumlah pergerakan pesawat bukan niaga ini di dalamnya juga termasuk dengan penerbangan Flying School. “Sebagai base operation dari lima flying school, tentu pergerakan pesawat di bandara ini setiap harinya pun selalu ramai,” ujar Denny.
Sedangkan penerbangan komersil di bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter x 30 meter saat ini dilayani oleh Susi Air yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta – Cilacap PP setiap. Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan charter Pelita Air rute Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta – Cilacap PP dan terbang setiap hari Rabu dan Minggu. “Selain itu, juga sudah ada beberapa airlines yang melakukan survey ke Bandara Tunggul Wulung, yaitu Wings Air, Trans Nusa dan NAM Air untuk penerbangan dari Halim Perdanakusuma – Cilacap dan rute komersial lainnya,” ungkap Kabandara.
Oleh karena itu, fasilitas dan pelayanan di Bandara Tunggul Wulung pun terus dikembangkan. Menurut Denny, pengembangan bandara itu sangat berkiblat terhadap pemenuhan standar minimum operasional bandara dengan meningkatkan kapabilitas infrastruktur yang ada, khususnya adalah landasan pacu yang mampu untuk melayani pesawat komersil yang beroperasi, yakni ATR 72-500. “Sesuai dengan standar minimum operasional bandara, runway akan diperpanjang menjadi 1.600 meter x 30 meter, juga fasilitas pendukung operasional bandara lainnya pun akan ditingkatkan,” lanjut Denny.
Bertumbuhnya industry besar di Cilacap yang pembangunannya sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu, seperti Pertamina Refinery dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, tentu akan menyerap tenaga kerja dari luar daerah dengan jumlah yang cukup besar. Dengan adanya trasnportasi udara di daerah itu, maka akan memudahkan pergerakan orang dari dan ke Cilacap.  B