Bandara Internasional Minangkabau : Terus Meningkatkan Pelayanan

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Perluasan terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM)  juga diiringi dengan peningkatan sejumlah  fasilitas penumpang sebagai upaya memperbaiki pelayanan.
Misalnya, konsep terminal BIM akan diubah dengan memasukkan seluruh fasilitas pelayanan seperti toilet, mushola, area komersil, arena bermain anak, dan fasilitas lainnya ke dalam ruang tunggu keberangkatan, sehingga menciptakan ruang yang lebih luas bagi penumpang.
“Konter check in juga akan bertambah dan dilengkapi dengan pelayanan digital,” kata Dwi Ananda Wicaksana, Executive General Manager Bandara Internasional  Minangkabau. Nantinya menjadi 32 konter dan lima conveyor belt  pengambilan bagasi.
Begitupun untuk digitalisasi tidak terbatas dikonter check in, tetapi juga untuk di tower bahkan hingga informasi. Setidaknya dalam hal digitalisasi ini bisa mendekati seperti Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Dwi Ananda, agar penumpang nyaman maka toilet harus dijaga kebersihannya. Mushola juga diperluas. “Dengan cara ini maka pelayanan bisa ditingkatkan,” katanya.
Untuk integrasi moda,  penumpang juga akan dilayani kereta bandara. Sumber Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengungkapkan  kereta  Bandara Internasional Minangkabau segera beroperasi menyusul kereta Bandara Kualanamu, Sumatera Utara dan kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Integrasi moda transportasi diharapkan mampu meningkatkan pelayanan serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Pembangunan kereta BIM ditujukan untuk mengintegrasikan pelayanan transportasi udara dengan moda kereta api serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kereta api. Dengan selesainya seluruh pekerjaan konstruksi, kereta BIM direncanakan diresmikan pengoperasiannya pada 2018. B

Layanan Umrah BIM Bertambah

Ditulis oleh Teks Erwin Nurdin, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Layanan penerbangan  umrah dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terus bertambah. Sejak November 2017 Maskapai Lion Air membuka layanan penerbangan umrah rute Padang-Madinah melalui  BIM.
Penerbangan perdana dilakukan pada Rabu, 15 November 2017. Penerbangan perdana itu berpenumpang 175 orang, menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8. Penerbangan tersebut adalah langsung ke tempat tujuan, dimana pemberhentian hanya dilakukan sekali di Trivandrum, India, selama 30 menit untuk pengisian bahan bakar.
Manajemen Lion Air menyatakan penerbangan langsung ini akan sangat berguna bagi jamaah lanjut usia. Begitu terbang dari BIM turunnya di Tanah Suci. Tidak perlu transit-transit di beberapa negara seperti biasanya, atau kembali mengulang proses check in.
Executive General Manager BIM Dwi Ananda Wicaksana membenarkan terbang langsung itu menguntungkan jamaah. “Sebelumnya sekitar 50 persen lewat Kuala Lumpur,” katanya.
Setelah penambahan layanan penerbangan umrah oleh Lion Air, kata Dwi Ananda, maka sampai akhir tahun 2017 jamaah umrah dilayani maskapai Lion dua kali  seminggu plus sekali seminggu penerbangan carter. Kemudian maskapai Garuda Indonesia sekali seminggu. Total  empat kali seminggu dengan pesawat B-737 Max 8 dan Airbus 330.
Selain Padang-Madinah, Lion Air juga melayani rute penerbangan Padang-Jeddah. Manajemen Lion Air  mengklaim penerbangan umrah Padang-Madinah memiliki keterisian penuh penumpang dengan persentase 100% hingga Februari 2018. B

Pulau Indo : Surga Tersembunyi di Muna Barat

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Seiring dengan diresmikannya terminal baru Bandara Sugimanuru pada 18 Desember 2017 dan didukung dengan adanya dua penerbangan di bandara itu yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air, Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, terus berupaya menggenjot kunjungan wisatawan ke daerah tersebut dengan menjadikan Pulau Indo sebagai   icon wisata di Muna Barat.
“Dengan wajah baru Bandara Sugimanuru, memacu semangat kami untuk terus menggali potensi wisata Muna Barat guna menggenjot kunjungan wisatawan ke Kabupaten Muna Barat, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. Salah satunya adalah dengan menjadikan Pulau Indo yang merupakan surga tersembunyi di Muna Barat sebagai icon,” kata Bupati Muna Barat Laode Muhammad Rajiun Tumada didampingi Kepala Dinas Pariwisata Abdul Naser.
Pulau Indo oleh masyarakat setempat dijuluki sebagai Bali-nya Muna. Wajar saja jika pulau tersebut dijuluki seperti itu. Karena pantai di Pulau Muna memiliki keindahan alam yang memukau. Banyak juga yang bilang, bahwa Pulau Indo ini lebih indah dibandingkan dengan Pulau Dewata, Bali.
Pulau tak berpenghuni itu memang khusus hanya dijadikan sebagai destinasi wisata bahari Muna Barat. Di sepanjang Pulau Indo terbentang panorama pantai yang indah, birunya air laut yang jernih, pasirnya yang putih serta semilir angin yang sepoi-sepoi  di pantai membuat wisatawan yang berkunjung ke Pulau Indo enggan meninggalkan pulau tersebut.
Di samping itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna Barat Abdul Naser mengungkapkan bahwa di Pulau Indo akan dilakukan penataan fasilitas penunjang utama sehingga menarik perhatian dan simpati wisatawan. “Kami akan menyiapkan sejumlah personil yang terlatih untuk dijadikan pemandu wisata di Pulau Indo, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Vila-vila yang rusak juga akan kami renovasi. Semua fasilitas penunjang pulau ini sebagai icon wisata akan terus kami benahi, terutama teknologi informasi dan komunikasi, dermaga hingga penerangan jalan dengan menggunakan tenaga surya sebagai wujud pengembangan destinasi wisata bahari ini,” ujarnya. B

Bupati Muna Rusman Emba : Terminal Baru Sugimanuru Permudah Turis Ke Muna

Ditulis oleh Teks Rizki Indriyanah, Foto Istimewa on . Posted in Domestic

Seiring dengan diresmikannya terminal baru Bandara Sugimanuru di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, membuat Pemda sangat optimis dapat meningkatkan potensi pariwisata dan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut karena fasilitas dan transportasi udara yang memadai untuk menunjang kebutuhan transportasi di Muna. Di tambah, di penghujung tahun ini Kabupaten Muna menggelar sebuah hajatan besar guna mendorong percepatan pembangunan pariwisata di daerah tersebut, yaitu Festival Meleura.
Festival yang diselenggarakan di Desa Lakarinta, Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, secara resmi dibuka oleh PLT Gubernur Sultra HM. Saleh Lasata pada hari Rabu, 20 Desember 2017. Tahun 2017 ini adalah tahun pariwisata bagi Kabupaten Muna. Pemkab akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur di Muna guna meningkatkan percepatan pembangunan pariwisata di kabupaten ini.
“Dengan diresmikannya terminal baru Bandara Sugimanuru, tentu dapat mendorong perekonomian daerah di sektor pariwisata,” ungkap Bupati Muna Rusman Emba dalam sambutannya.
Menurut Bupati, Muna juga memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain yang ada di Indonesia. Potensi tersebut meliputi kekayaan alam berupa pegunungan, hutan dan pantai. “Muna memiliki kekayaan alam bawah laut yang indah, serta wisata budaya yang sarat akan nilai-nilai sejarah dan norma. Pantai meleura merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki keindahan melebihi Raja Ampat karena memiliki beberapa jenis batu cadas bagaikan pulau-pulau kecil yang dapat disaksikan. Saat ini kami juga membuka akses yang dapat menghubungkan destinasi wisata Meleura dan Motonuno (danau air tawar) dan beberapa destinasi wisata gua prasejarah yang ada disekitarnya”.
Dengan digelarnya Festival Meleura yang baru pertama kali dilaksanakan merupakan ajang promosi yang dilakukan oleh Bupati Muna Rusman Emba untuk memperkenalkan Kabupaten Muna yang memiliki berbagai destinasi wisata sehingga wisatawan manca negara dan wisatawan nusantara dapat datang ke Kabupaten Muna untuk menikmati keindahan destinasi wisata yang ada.
“Ini adalah untuk mengenalkan potensi wisata yang terdapat di Kabupaten Muna kepada dunia. Kami berharap pariwisata Muna tidak saja menembus wisatawan lokal, tetapi juga dapat menembus wisatawan mancanegara,” lanjut Rusman.
Festival Meleura adalah wujud nyata upaya Pemkab dalam mendukung percepatan pembangunan destinasi wisata di daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan brand pariwisata di kabupaten tersebut, yakni ‘Mai Te Wuna’ atau yang berarti ‘Datanglah ke Muna’. Tagline tersebutlah yang menjadi momentum bagi para stakeholder pariwisata akan pentingnya pembangunan industri pariwisata yang ke depannya dapat menciptakan lapangan kerja serta dapat mengurangi kemisikinan di daerah destinasi wisata tersebut.
Festival yang berlangsung dari 20 s/d 24 Desember 2017 ini juga di ramaikan oleh beberapa kegiatan perlombaan, seperti lomba pemilihan putra putri pariwisata, lomba perahu hias, lomba kantola, kabanti dan rambi wuna serta lomba lari marathon 10 km yang salah satu pesertanya berasal dari Negara Kenya dan menjuarai lomba lari tersebut.
“Festival Pantai Meleura merupakan event tahunan yang telah di tetapkan sehingga akan berlangsung setiap tahunya bersamaan dengan Event Festival Liangkabori dan Khagati Kolope yang akan berlangsung pada bulan Februari dan Juni 2018,” ujar Bupati.
Festival Meleura tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Muna dan para kepala daerah setempat saja, tetapi juga dihadiri oleh pejabat  Kementerian Pariwisata yang mendukung diselenggarakannya festival tersebut yang turut berkontribusi untuk memajukan pariwisata Indonesia. B

Bandara Sugimanuru : Terminal Baru Diresmikan

Ditulis oleh Teks dan Foto Erwin Nurdin on . Posted in Domestic

Keinginan masyarakat Muna Barat di Pulau Muna atau warga tujuh  kabupaten di kepulauan sebelah selatan Sulawesi Tenggara untuk memiliki terminal bandara yang representatif  kini sudah terwujud.
Senin (18 Desember 2017) siang, menjelang penutupan tahun 2017, terminal baru yang menjadi impian masyarakat Pulau Muna, diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Udara yang diwakili oleh Direktur Bandar Udara Bintang Hidayat.
Bupati Muna Barat Laode M. Rajiun Tumada, Wakil Bupati Muna Barat Achmad Lamani, Bupati Muna Rusman Emba, tokoh tokoh masyarakat adat di kepulauan yang indah itu terlihat sumringah dan ceria dalam kebahagiaan.
“Terminal baru ini, kami persembahkan buat masyarakat Muna dan Indonesia pada umumnya sebagai wujud Nawacita Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Direktur Bandar Udara Bintang Hidayat saat peresmian terminal tersebut.
Kepala Bandara Sugimanuru Mohamad Saboe menjelaskan pembangunan terminal baru ini merupakan rangkaian dari  pengembangan Bandara Sugimanuru di antaranya landasan pacu, overlay. Bersamaan dengan peresmian terminal baru tersebut dilakukan peletakan batu pertama VIP Room.
“Kami berharap dengan adanya terminal baru ini, penumpang lebih nyaman melalui Bandara Sugimanuru ini,” kata Mohamad Saboe.
Pada kesempatan itu Bupati Laode M. Rajiun Tumada berharap dengan diresmikannya terminal baru ini tidak hanya meningkatkan angkutan udara tetapi juga  mendorong perekonomian pariwisata di daerah ini. B